Market Update

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Hijau ke Level 8.257

Poin Penting

  • IHSG ditutup menguat tipis 0,08 persen ke level 8.257,85 dengan total transaksi mencapai Rp24,08 triliun dan frekuensi 2,45 juta kali
  • Mayoritas sektor bergerak positif, dipimpin transportasi (+3,04 persen) dan infrastruktur (+2,18 persen), sementara sektor keuangan melemah 1,26 persen
  • Saham MORA, BKSL, dan MTMH jadi top gainers, sedangkan BVIC, BALI, dan INDY masuk top losers; saham teraktif yakni BUMI, BKSL, dan BRMS.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 10 Oktober 2025 berakhir ditutup kembali hijau ke posisi 8.257,85 atau menguat tipis 0,08 persen dari level 8.250,93.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 331 saham terkoreksi, 338 saham menguat, dan 133 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 47,76 miliar saham diperdagangkan dengan 2,45 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp24,08 triliun.

Meski begitu, beberapa indeks dalam negeri mengalami pergerakan yang melemah. Rinciannya, IDX30 turun 0,79 persen menjadi 415,14, LQ45 terkoreksi 0,82 persen menjadi 793,61, dan Sri-Kehati melemah 1,61 persen menjadi 358,80. Sedangkan, JII naik 1,01 persen menjadi 572,58.

Baca juga: Dana Asing Kabur Rp1,48 Triliun, Saham BBRI dan BBCA Paling Banyak Dilego

Di sisi lain, hampir seluruh sektor bergerak positif. Ini terlihat dari sektor transportasi menguat 3,04 persen, infrastruktur meningkat 2,18 persen, bahan baku naik 1,64 persen, dan energi menguat 1,63 persen.

Selanjutnya, sektor properti meningkat 1,31 persen, teknologi naik 0,94 persen, kesehatan menguat 0,60 persen, non-siklikal dan industrial meningkat 0,48 persen.

Sedangkan, sektor sisanya melemah, terlihat dari sektor keuangan merosot 1,26 persen dan sektor siklikal turun 0,28 persen.

Baca juga: Saham Konglomerat Jadi Penopang IHSG, Begini Tanggapan Bos OJK

Saham Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Murni Sadar Tbk (MTMH).

Sedangkan saham top losers adalah PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), dan PT Indika Energy Tbk (INDY). 

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

3 mins ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

34 mins ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

1 hour ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

1 hour ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

2 hours ago

Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More

6 hours ago