kolaborasi internasional
Jakarta– Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memandang kondisi sistem keuangan nasional menjelang awal tahun 2021 masih lebih baik dan siap dalam membiayai ekspansi nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa melalui keterangan resminya. Menurutnya kondisi keuangan masih terjaga dimana berdasarkan data per November 2020, jumlah rekening simpanan yang dijamin LPS telah mencapai di atas target yang ditetapkan Undang-Undang LPS (target sebesar 90%) yaitu sebesar 99,91% atau sebanyak 344.246.962 rekening.
“Walaupun tekanan pandemi Covid-19 belum mereda, kondisi stabilitas sistem perbankan kita semakin membaik. Kondisi sistem keuangan kita menjelang awal tahun 2021 lebih baik dibandingkan dengan situasi di pertengahan 2020. Sistem keuangan kita saat ini lebih siap untuk membiayai ekspansi ekonomi, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” kata Purbaya melalui keterengan resminya di Jakarta, Rabu 30 Desember 2020.
Dari data LPS tercatat, dari 344 juta rekening yang dijamin, jumlah nominal saldo rekening yang juga dijamin LPS hingga akhir November 2020 ialah sebanyak Rp6.720 triliun dari 27 Provinsi. Tercatat jumlah paling banyak rekening yang dijamin berasal dari DKI Jakarta sebanyak 309 juta rekening dengan nominal saldo Rp6.052 triliun.
Selain itu, dari data bulan November 2020 tersebut juga menunjukkan terjadi peningkatan nominal simpanan dengan tiering di bawah Rp100 juta sebesar 1,1% atau Rp10,49 triliun tetapi simpanan dengan tiering di atas Rp5 miliar mengalami penurunan sebesar 0,7% atau Rp22,96 triliun.
Menurutnya, pemerataan pola pertumbuhan simpanan tersebut adalah pertanda pulihnya konsumsi dan investasi masyarakat menjelang akhir tahun ini dan awal tahun depan seiring dengan rencana pemerintah untuk melaksanakan program vaksinasi pada awal tahun 2021. (*)
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More
Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Prabowo memperingatkan eskalasi konflik global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, berisiko memicu Perang… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More