Jakarta – PT Jasa Raharja memastikan akan menjamin seluruh korban kecelakaan Kereta Api (KA) Turangga dengan Commuterline Bandung Raya di petak jalan Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Jumat (5/1) pukul 06:03 WIB.
Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa bagi seluruh korban jiwa maupun luka-luka nantinya akan mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja. Di mana, saat ini Jasa Raharja bersama dengan PT KAI telah berada di lokasi kecelakaan untuk melakukan identifikasi.
Baca juga: Kereta Turangga Tabrakan dengan KA Bandung Raya di Cicalengka, KAI Gerak Cepat Evakuasi Penumpang
“Kami pastikan bahwa semua penumpang terjamin, karena memang antara Jasa Raharja dan KAI sudah menjalin kerja sama sangat lama dan semua penumpang kereta api dipastikan terjamin oleh Jasa Raharja,” ujar Rivan.
Adapun, Rivan menjelaskan, besaran santunan yang diberikan kepada korban luka-luka maksimal Rp20 juta dan santunan bagi korban meninggal dunia sebesar Rp50 juta sesuai dengan UU No 33 Tahun 1964 Jo PP No 17 Tahun 1965 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum.
Baca juga: Jasa Raharja Luncurkan Pedoman Penanganan Kecelakaan Nasional
Sebagai informasi, terdapat empat korban meninggal dunia yang diantaranya adalah Masinis, Asisten Masinis, Pramugara, dan Petugas Keamanan. Sedangkan, untuk korban luka-luka hingga saat ini terdapat 22 penumpang. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More
Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More
Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More