Bursa; Saham bank berpotensi tumbuh. (Foto: Erman)
Kondisi market yang kurang stabil jadi salah satu faktor JSMR menghentikan PUB obligasi yang sebelumnya ditargetkan hingga Rp5,95 triliun. Dwitya Putra
Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memutuskan untuk menghentikan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi I miliknya dengan total Rp5,95 triliun.
Mengutip keterbukaan informasi yang dipublikasikan JSMR hari ini, Senin, 1 September 2015, hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang belum sesuai dengan proyeksi.
Obligasi JSMR dengan tingkat suku bunga tetap ini sendiri seharusnya berakhir pada 20 September 2015 mendatang.
Sebelumnya perseroan telah menerbitkan obligasi PUB Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 seri S dan Tahap II tahun 2014 seri T dengan total Rp3,1 Triliun. Sehingga, sisa ruang penerbitan obligasi JSMR masih sebesar Rp2,85 triliun.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansjah mengatakan tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat kondisi pasar masih kurang memungkinkan untuk melakukan PUB.
“PUB memang batas waktu September, tapi kita menyikapi kondisi market yang masih agak tinggi jadi kita belum akan lakukan. Perpanjang, kita liat situasi kondisinya,” katanya benerapa waktu lalu.
Namun, ia memastikan perseroan akan tetap menerbitkan obligasi pada tahun depan karena perseroan masih memiliki utang jatuh tempo Rp1,5 triliun pada pertengahan 2016.
“Tapi, yang pasti tahun depan kita akan terbitkan karena akan ada yang jatuh tempo sebesar Rp 1,5 triliun lebih di bulan Juni hingga September. Kalau tahun ini kondisi saat ini belum untuk terbitkan jadi kemungkinan tidak. Tapi, kapan yang pasti tahun depan pertengah tahun iya karena ada yang jatuh tempo jadi akan sekitar itu minimal,” ujarnya. (*)
@dwitya_putra14
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More