(kiri ke kanan) Head of Representative Office Japan External Trade Organization (JETRO) Kasugahara Daiki; Senior Executive Director of Tokyo SME Support Center, Masahiko Husaka; Head of Permanent Committee Institutional and Partnership National International SME’s and Cooperation of KADIN, Ratna Anggarwati Sudibyo; Chairman of Small & Medium Enterprises of Japan (SMEJ) Indonesia, Dr. Yasunobu Shiraishi dan Head, International Business Strategic Maybank Indonesia, Nancy Novita Helen, di tengah Seminar ‘Japan-Indonesia SME Business Matching’ di kantor pusat Maybank, Jakarta, Senin (4/12).
Maybank Indonesia secara aktif mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dalam penanaman modal asing dengan mempertemukan perusahaan lokal dengan perusahaan luar negeri. Seminar menjadi forum diskusi antara para pengusaha usaha kecil menengah (UKM) Jepang yang tergabung dalam Small & Medium Enterprises of Japan (SMEJ) dengan perusahaan Jepang di Indonesia, baik sebagai pembeli (buyer) maupun pemasok (supplier) dan perusahaan Indonesia sebagai pemasok. Dalam mendukung kemitraan tersebut, Maybank Indonesia menyediakan rangkaian produk dan layanan perbankan kepada para pengusaha UKM Jepang di Indonesia, mulai dari segmen perbankan ritel hingga perbankan global, termasuk account services dan remitansi (remmitance), pembiayaan perdagangan (trade finance), valuta asing (foreign exchange), serta produk treasury lainnya melalui Maybank Japan Desk. (*)
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More