Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, dalam acara Rapat DK OJK Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Industri asuransi komersial, meliputi asuransi umum dan asuransi jiwa, mengalami pertumbuhan positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi industri asuransi komersial pada Januari 2026 sudah menyentuh Rp36,98 triliun.
Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, merangkap Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK, menjelaskan pertumbuhan tersebut ditopang kinerja asuransi umum dan reasuransi.
“Terdiri dari premi asuransi jiwa yang masih terkontaksi sebesar 6,15 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp17,97 triliun dan premi asuransi umum dan reasuransi yang tumbuh sebesar 17,92 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp18,49 triliun,” jelasnya di acara Rapat DK OJK pada Selasa, 3 Maret 2026.
Baca juga: AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025
Ogi menambahkan, kondisi permodalan industri tetap terjaga. Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa tercatat sebesar 478,06 persen, sementara asuransi umum dan reasuransi sebesar 323,47 persen. Angka tersebut jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan regulator.
Ogi menambahkan, kondisi permodalan industri asuransi jiwa, asuransi umum, dan reasuransi terjaga dengan baik. Hal ini tecermin dari risk base capital (RBC) dari asuransi jiwa sebesar 478,06 persen. Sementara, asuransi umum dan reasuransi mencatat RBC 323,47 persen.
Tak hanya asuransi komersial, asuransi non-komersial, terdiri dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan serta program asuransi ASN, TNI, dan Polri, juga mengalami peningkatan cukup baik.
Meskipun aset turun 0,42 persen (yoy) jadi Rp219,63 triliun, premi asuransi non-komersial meningkat 6,48 persen (yoy) ke angka Rp15,22 triliun.
“Di sisi industri dana pensiun, total aset per Januari 2026 tumbuh sebesar 11,21 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp1,686,11 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,62 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp412,29 triliun,” tambahnya.
Baca juga: Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh 4,8 Persen Jadi Rp112,81 Miliar pada 2025
Sementara total aset dari program pensiun secara keseluruhan mencapai Rp1,273,82 triliun atau tumbuh sebesar 12,42 persen (yoy).
Adapun perusahaan penjaminan mencatat pertumbuhan aset 1,96 persen (yoy) menjadi Rp47,51 triliun pada periode yang sama. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More
Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More
Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More
Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More
Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More