Moneter dan Fiskal

Januari 2019, Neraca Dagang RI Masih Defisit US$1,16 Miliar

Jakarta – Badan Pusat Statistk (BPS) mencatat angka neraca perdagangan Indonesia hingga bulan Januari 2019 masih mengalami defisit sebesar US$1,16 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, walau mengalami defisit, namun nilai impor dan ekspor telah mengalami penurunan tipis bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau Year on Year (YoY).

“Neraca perdagangan pada bulan Januari 2019 masih mengalami defisit sebesar US$ 1,16 miliar,” kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat 15 Febuari 2019.

Suhariyanto menjelaskan lebih rinci, untuk nilai impor pada Januari 2019 tercatat sebesar US$ 15,03 miliar atau telah mengalami penurunan 1,83% (YoY). Sementara untuk nilai ekspor tercatat sebesar US$ 13,87 miliar atau mengalami penurunan sebesar 4,7% (YoY).

Suhariyanto menyebut, penurunan ekspor dan impor lebih disebabkan oleh sektor migas dimana harga minyak masih mengalami fluktiasi harga hingga awal tahun 2019. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

6 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago