News Update

Jangan Panik, Kepemilikan Asing di Bank Nasional Hanya 27%

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga saat ini pangsa kepemilikan modal perbankan nasional masih dikuasai oleh domestik sebesar 73% sementara kepemilikan asing hanya sebesar 27%. Data tersebut tentu mematahkan isu miring kepemilikan asing yang mengiringi Komitmen KB Kookmin Bank dalam menginjeksi modal Bank Bukopin.

“Saat ini kita lihat pangsanya, bank domestik pangsanya 73% yang paling besar bank pemerintah. Nah asing yang sebagian besar banyak khawatir asing akan masuk dan terus menguasai pangsanya hanya 27%,” kata Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Anung Herlianto dalam InfobankTalkNews Media Discussion dengan tema “Peran Pemilik Dalam Mendukung Kinerja Bank: Potret Modal dan Likuiditas di Era New Normal” di Jakarta, Kamis 9 Juli 2020.

Lebih rinci Anung menjelaskan, struktur perbankan nasional berdasarkan kepemilikan dibagi atas dua bagian yakni domestik dan asing. Dari sisi domestik, kepemilikan dibagi atas 3 unsur yakni Bank Pemerintah sebanyak 4 Bank, Bank Pembangunan Daerah 27 Bank, serta bank swasta nasional yang mencapai 39 bank.

Sementara itu untuk bank dengan kepemilikan asing yang jumlahnya lebih kecil dibagi menjadi dua bagian yakni Bank Asing yang memiliki Kantor cabang di Indonesia yakni sebanyak 8 bank serta bank dengan mayoritas kepemilikan asing sebanyak 32 bank.

Tak hanya dari pangsa pasar saja, Anung menyebut bank dengan kepemilikan domestik juga masih menguasai sebagian besar porsi kredit nasional serta porsi Dana Pihak Ketiga (DPK) secara nasional. Oleh karena itu, OJK menyayangkan beberapa pihak yang membuat isu yang meresahkan masyarakat mengenai kepemilikan asing di perbankan nasional. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

15 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago