News Update

Jangan Jadi Korban Penipuan Dana SAL! Polda Metro Jaya Beri Tips Anti Hoaks

Poin Penting

  • Polda Metro Jaya imbau masyarakat waspada hoaks pencairan dana SAL Rp10 triliun dan cek informasi dari sumber tepercaya.
  • Jangan bagikan data pribadi seperti NIK atau OTP; penipuan sering memanfaatkan nomor tidak dikenal.
  • BSI tegaskan dana SAL milik pemerintah tidak dicairkan untuk masyarakat, hanya untuk mendukung program pemerintah.

Jakarta – Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap modus penipuan yang marak di media sosial menyusul berita hoaks terkait informasi pencairan dana hibah yang bersumber dari penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik Pemerintah sebesar Rp10 triliun yang ditempatkan di Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Tetap selalu waspada atas semua modus penipuan, jangan mudah percaya, cek lagi informasi dari sumber yang dipercaya. Cek dan ricek segala informasi tersebut apakah benar,” ujar Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak, dalam konferensi pers Polda Metro Jaya bersama BSI, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, masyarakat harus berani melaporkan segala bentuk modus penipuan yang berisi ajakan atau tindakan yang mencurigakan kepada kantor polisi terdekat. Pihaknya pun siap mengawal dan menyediakan ruang publik melalui Call Center Polri 110 yang siap melayani masyarakat 24 jam.

“Tekan 110 maka nanti yang akan menjawab adalah kantor kepolisian terdekat,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, modus penipuan telah berkembang seiring dengan kecanggihan teknologi. Namun, kondisi tersebut masih bisa dicegah dengan menanamkan sikap “kecurigaan”.

“Jangan mudah percaya dengan segala informasi yang masuk ke handphone terutama dari nomor yang tidak dikenal. Sekalipun pelaku menyebutkan nama dari keluarga atau teman. Pastikan dulu apakah itu benar. Kalau memang bukan jangan ragu-ragu putuskan komunikasi dengan pelaku,” tegasnya.

Baca juga: Layanan BSI Regional Medan dan Sumbar Kembali Normal, Aceh Beroperasi Terbatas

Ia menegaskan, masyarakat jangan pernah memberikan data pribadi seperti NIK, nomor OTP dan sebagainya yang berisko digunakan untuk kejahatan oleh para pelaku untuk melancarkan modus tindak pidana.

BSI Tegaskan Tidak Ada Pencairan Dana SAL untuk Publik

Adapun, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengimbau kepada para nasabah untuk tidak termakan berita hoaks terkait informasi pencairan dana hibah yang bersumber dari penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik pemerintah sebesar Rp10 triliun yang ditempatkan di BSI.

Menurutnya, penempatan dana SAL di bank pemerintahan termasuk BSI ditunjukan untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Artinya, tidak ada pencairan dana tersebut kepada masyarakat atau nasabah.

“Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) merupakan dana milik pemerintah Republik Indonesia yang ditempatkan di bank pemerintah termasuk BSI sesuai ketentuan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara dalam rangka pengelolaan kelebihan dan kekurangan kas untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Wisnu, kepada Infobanknews, Kamis, 11 Desember 2025.

Baca juga: Modus Penipuan Pencairan Dana SAL Merebak, BSI dan Polda Metro Jaya Angkat Bicara

Ia menegaskan, penempatan dana serta penyaluran pembiayaan yang bersumber dari dana SAL tersebut tunduk pada ketentuan khusus yang diatur di dalam KMK. Selain itu, tetap memperhatikan prinsip good corporate governance serta kehati-hatin dan menjaga kualitas pembiayaan agar tetap memiliki performa yang baik untuk menjaga kepentigan seluruh stakeholders.

Hoaks Memicu Massa Datangi Kantor BSI

Sebelumnya, massa mendatangi Kantor Pusat BSI Jakarta, Senin (8/12), menuntut pencairan dana hibah akibat beredarnya pesan palsu yang mengklaim BSI mengundang masyarakat mengambil dana hibah.

Pesan tersebut meminta data pribadi, biaya administrasi palsu, hingga biaya meterai yang dikirimkan ke rekening perorangan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

J Trust Bank Rangkul Industri Kuliner demi Perkuat Ekosistem Bisnis, Ini Strateginya

Poin Penting J Trust Bank masuk industri kuliner lewat ajang Gourmet Choice 2026 sebagai bagian… Read More

6 hours ago

Saham TUGU Melesat sejak Awal Tahun, Ini Deretan Katalisnya!

Poin Penting Saham TUGU naik 15% sejak awal 2026 ke level Rp1.340, outperform dibandingkan IHSG… Read More

7 hours ago

Transformasi CX Jadi Kunci Daya Saing di Sektor Energi, Dari Layanan ke Pengalaman Pelanggan

Perubahan ekspektasi pelanggan dalam industri Energy & Public Utilities kini semakin nyata, di mana masyarakat… Read More

8 hours ago

Resmikan ISRF, IAI Dorong Penguatan Ekosistem Pelaporan Keuangan dan Keberlanjutan

Poin Penting IAI luncurkan ISRF untuk memperkuat pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dan kredibel Dorong standar… Read More

8 hours ago

Soal Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN, Menkeu Purbaya: Masih Fifty-Fifty

Poin Penting Menkeu Purbaya menyebut peluang pembayaran utang KCIC Whoosh menggunakan APBN masih 50:50 dan… Read More

9 hours ago

KEK Industropolis Batang Pikat Investor Global di China Conference Southeast Asia 2026

Poin Penting KEK Industropolis Batang tampil di China Conference Southeast Asia 2026 dan menjadi sorotan… Read More

10 hours ago