Jamsyar Tekankan Komitmen Kuat Untuk Penerapan GCG

Jamsyar Tekankan Komitmen Kuat Untuk Penerapan GCG

Jamsyar Tekankan Komitmen Kuat Untuk Penerapan GCG
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) memiliki komitmen yang kuat untuk implementasi good corporate governance (GCG) di internal korporasi. Komitmen yang kuat ini dapat dilihat dari adanya konsistensi dan pola berkelanjutan dalam penerapan kebijakan berkaitan dengan good corporate governance. Tanpa penerapan GCG yang baik, maka rencana korporasi untuk menjadi perusahaan penjaminan syariah terdepan untuk mendukung perekonomian nasional akan sulit dicapai.

Di samping itu, penerapan GCG yang baik dapat menopang pengelolaan korporasi secara profesional, efisien, dan efektif di tengah meningkatnya risiko entitas dan tantangan yang dihadapi oleh industri penjaminan syariah. Adanya good corporate governance yang baik, otomatis akan membuat sistem manajemen dan operasional perusahaan berjalan dengan teratur dan baik, sehingga ketika guncangan seperti krisis menimpa industri, suatu perusahaan dapat tetap bertahan melewatinya.

Agar dapat melakukan penerapan GCG secara konsisten ini, tentunya GCG tidak bisa hanya sekedar menjadi sebuah alat bagi Jamsyar. Jamsyar telah menjadikan GCG budaya bagi korporasi. Membudayakan GCG merupakan cara ampuh bagi Jamsyar untuk membuat segenap insan Jamsyar menyatu dengan sistem good corporate governance Jamsyar, sehingga dapat melaksanakannya dengan komitmen tingkat tinggi.

Good corporate governance di Jamsyar difokuskan pada sejumlah aspek, yakni pelaksanaan tugas dan tanggungjawab direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas syariah (DPS); penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal, auditor eksternal; penerapan  manajemen risiko, sistem pengendalian internal, dan penerapan tata kelola informasi; penerapan kebijakan remunerasi dan fasilitas lain;

Lalu, transparansi kondisi keuangan dan non keuangan lembaga penjamin; rencana  jangka panjang serta rencana kerja dan anggaran tahunan; pengungkapan kepemilikan saham; pengungkapan hubungan keuangan dan hubungan keluarga anggota direksi, dan anggota dewan komisaris dengan anggota direksi lain, dan atau pemegang saham lembaga penjamin tempat anggota direksi dan anggota dewan komisaris tersebut menjabat; serta pengungkapan hal-hal penting lainnya. (*) Steven Widjaja

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]