Categories: Keuangan

Jamkrindo Syariah Bukukan IJK Rp 19 Miliar

Jamkrindo Syariah berhasil membukukan perolehan imbal jasa kafalah (IJK) Rp19 miliar. pencapaian tersebut ditempuh hanya dalam waktu kurang dari setahun. Muhammad A Jauhari

Jakarta–Meski kondisi ekonomi Indonesia sedang sulit, Direktur Utama PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar), Kadar Wisnu Warman tetap optimis masa depan penjaminan syariah bakal cerah. Ia meilai, ada potensi yang besar dari populasi masyarakar yang mayoritas merupakan muslim.

“Mayoritas penduduk Indonesia muslim. Potensi industri keuangan syariah pasti besar. Jika terus digali secara giat, masa depan Jamsyar bakal cerah,” ujar Kadar Wisnu Warman di acara diskusi tentang “Peranan Penjaminan Syariah dalam Mengembangkan Potensi Industri Keuangan Syariah” di Pairing Café Golf Driving Senayan, Jakarta,.

Kendai demikian, besarnya potensi tersebut juga harus dibarengi dengan penilaian risiko yang terukur. Itulah makanya sesama pelaku perlu melakukan diskusi dan sharing sehingga dapat bersama-sama mengembangkan potensi yang ada. Menurut Kadar, diskusi itu penting, mengingat kondisi industri keuangan syariah saat ini menunjukkan tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) yang cukup tinggi hingga kesulitan dalam menyalurkan kredit (pembiayaan). “Untuk itu, perusahaan penjaminan syariah (Jamsyar) hadir sebagai solusi” ujarnya.

Belum genap setahun beroperasi, Jamsyar yang dipimpin Kadar  telah membukukan perolehan imbal jasa kafalah (IJK) sebesar Rp19 miliar. Sampai saat ini, volume penjaminan Jamsyar telah mencapai sebesar Rp 2,2 triliun untuk 17 ribu mitra. Pencapaian imbal jasa tersebut, kata Kadar, dapat meningkatkan aset perusahaan dari Rp 250 miliar menjadi Rp 267,08 miliar.

“Adapun volume penjaminan unit usaha syariah perusahaan induk (Perum Jamkrindo) sampai 31 Agustus 2015 mencapai Rp 1,12 triliun dengan perolehan IJK (accrual basis) sebesar Rp 63,83 miliar,” ujar Kadar.

Di lain pihak, Dirut Perum Jamkrindo, Diding S Anwar berharap agar Jamsyar lebih agresif membantu sektor UMKMK, karena dengan begitu akan mendorong pertumbuhan ekonomi.“Penjaminan Syariah memainkan peran sangat penting dalam memitigasi resiko penyaluran pembiayaan, sekaligus menciptakan financial inclusion yang menyasar entitas bisnis atau sektor riil, baik pelaku usaha mikro maupun non UMKMK.” imbuh Diding.*

Apriyani

Recent Posts

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

4 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

7 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

7 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

7 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

9 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

9 hours ago