Keuangan

Jamkrindo Siap Jamin Pembiayaan Proyek Infrastruktur

Jakarta–Pemerintah terus mendorong proyek pembangunan infrastruktur di tanah air. Dengan infrastruktur yang memadai, maka perekonomian nasional ke depan akan tertopang lebih baik lagi.

Kendati demikian, dalam proyek pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah hingga 2019 akan menelan biaya mencapai Rp5.500 triliun.

Oleh sebab itu, peran perusahan penjaminan dalam proyek pembangunan infrastruktur ini sangatlah besar. Hal ini mengingat Bank maupun Nonbank yang terus menyalurkan pembiayaannya untuk pembangunan infrastruktur tersebut, sehingga perlu penjaminan untuk pembiayaannya.

Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Diding S. Anwar mengungkapkan, besarnya dana yang dibutuhkan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur tersebut, merupakan peluang besar bagi perusahaan penjaminan seperti Jamkrindo.

“Tadi kita mendengar ya, dalam kurun waktu sampai 2019 itu dana infrastruktur itu Rp5.500 triliun. Tentunya ini potensinya sangat besar sekali,” ujar Diding di Jakarta, Rabu, 6 April 2016.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk dapat memaksimalkan peluang tersebut, pihaknya akan melakukan sinergi baik dengan Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) maupun dengan Bank dan Nonbank.

“Memang harus lebih bersinergi termasuk dengan perbankan maupun nonbank-nya. Tetap sinergi, karena kita posisi tetap menjamin bank atau nonbank dalam memberikan pembiayaan infrastruktur ini,” tutup Diding. (*)

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

DPR Apresiasi Langkah KLH Gugat 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatra

Poin Penting Komisi XII DPR mendukung KLH menggugat perdata enam perusahaan yang diduga memicu banjir… Read More

18 mins ago

Gozco Capital Borong Saham BBYB Hampir Rp100 Miliar, Kepemilikan Jadi 9,31 Persen

Poin Penting Gozco Capital tambah kepemilikan BBYB hampir Rp100 miliar, membeli 207 juta saham senilai… Read More

25 mins ago

Utang Luar Negeri Perbankan November 2025 Turun Jadi USD31,41 Miliar

Poin Penting ULN perbankan nasional turun tipis menjadi USD31,41 miliar pada November 2025 dari USD31,70… Read More

48 mins ago

Sumber Pendanaan Pindar Didominasi Perbankan, Nilainya Tembus Rp60,79 Triliun

Poin Penting Pendanaan pinjaman daring (pindar) per November 2025 masih didominasi perbankan sebesar Rp60,79 triliun… Read More

1 hour ago

Bursa CFX: Industri Aset Kripto Tetap Tumbuh di 2026, Didukung Adopsi Korporasi

Poin Penting Industri kripto diproyeksikan tetap tumbuh di 2026, didukung meningkatnya adopsi korporasi meski masih… Read More

2 hours ago

Fundamental Makin Menarik, Harga Saham BBTN Terus Nanjak

Poin Penting Saham BBTN melonjak tajam dan sangat aktif diperdagangkan, dengan kenaikan volume dan nilai… Read More

2 hours ago