Perum Jamkrindo Bidik Volume Penjaminan Kredit Rp 156 Triliun
Jakarta – Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) optimis kinerja tahun 2018 bisa lebih baik dari tahun depan.
Keoptimisan Jamkrindo bukan tanpa alasan, karena target Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditetapkan pemerintah saja sudah sangat besar.
Pemerintah mematok target KUR Rp120 triliun pada 2018. Dari jumlah tersebut, Jamkrindo mendapat tugas bisa melakukan penjaminan KUR sebesar 50% atau Rp60 triliun.
“Target KUR memang sangat besar, tapi kita 50%-50% dengan Askrindo. Kita optimis, karena berdasarkan pengalaman, dari target yang ditetapkan pemerintah, kita berhasil memberikan penjaminan untuk KUR hampir 100% dari porsi yang ditugaskan ke kita,” kata Direktur Keuangan, Investasi dan Manajemen Risiko Perum Jamkrindo, Rusdonobanu kepada Infobank, Kamis, 11 Januari 2018.
Keoptimisan lainnya lanjut Rusdonobanu, selain karena kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih positif, pembangunan infrastruktur akan tetap terus berjalan.
Tantangannya kini, bagaimana bank bisa menggenjot KUR ke sektor produktif lebih besar lagi. Peran perbankan dinilainya sangat besar akan hal itu, dan Jamkrindo lanjutnya tentu akan bekerja sama nantinya dengan bank.
Seperti diketahui, hambatan utama UMKM untuk naik kelas karena kurangnya pembiayaan. Meskipun tidak semua pelaku UMKM mau memanfaatkan kredit, namun dukungan pembiayaan bagi pengembangan UMKM perlu diperluas lagi.
Melihat kondisi tersebut, Jamkrindo pun optimis tahun depan bisa melakukan penjaminan kredit hingga sebesar Rp156,57 triliun.
Jumlah tersebut meningkat 15-20% jika dibandingkan dengan perolehan di periode sama tahun sebelumnya.
“Kita tetap optimis akan target itu. Volume penjaminan non KUR Rp106,57 triliun dan KUR Rp50 triliun,” tutup Rusdonobanu. (*)
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More