Keuangan

Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp186,76 T, Laba Tembus Rp1,18 T per September 2025

Poin Penting

  • Jamkrindo mencatatkan penjaminan Rp186,76 triliun hingga September 2025, dengan laba Rp1,18 triliun, melebihi target RKAP 2025.
  • Jamkrindo telah membantu 4,4 juta UMKM dan 11,69 juta tenaga kerja melalui penjaminan, pelatihan, dan program pendampingan.
  • Jamkrindo memiliki 9 kantor wilayah, 54 cabang, dan 15 unit pelayanan; memperkuat bisnis melalui transformasi digital dan manajemen risiko berbasis data.

Yogyakarta– PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatatkan total volume penjaminan sebesar Rp186,76 triliun hingga September 2025. Angka tersebut terdiri dari penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp116,54 triliun dan penjaminan non-KUR sebesar Rp70,21 triliun.

Melalui penyaluran tersebut, Jamkrindo telah membantu lebih dari 4,4 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menyerap sekitar 11,69 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Plt. Direktur Utama PT Jamkrindo Abdul Bari mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem pembiayaan inklusif bagi UMKM.

“Sebagai lembaga penjaminan yang memiliki mandat besar dalam mendukung perekonomian nasional, Jamkrindo berupaya terus membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang feasible namun belum bankable. Dengan penjaminan yang kuat dan tata kelola yang prudent, kami ingin berperan aktif menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.

Baca juga: Jamkrindo Bantu 2 Juta UMKM Wilayah Jakarta Kembangkan Usaha

Secara kinerja, perusahaan mencatatkan laba sebelum pajak (EBT) sebesar Rp1,18 triliun atau 156,72 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.

Selain menjalankan fungsi penjaminan, Jamkrindo juga aktif melaksanakan program pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM. Sepanjang 2025, perusahaan menggelar Roadshow Literasi Keuangan dan Digital Marketing di 10 kota seperti Sukabumi, Padang, Tarakan, dan Mataram.

Jamkrindo juga mengadakan kelas bisnis “Kriyativepreneur” di Bantul, Yogyakarta, untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM di era digital.

Jamkrindo turut mendampingi UMKM binaannya di berbagai daerah, salah satunya Nur Parwanto Silver di Kotagede, Yogyakarta, yang menjadi contoh keberhasilan sinergi antara penjaminan pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha.

Dengan jaringan yang mencakup 9 kantor wilayah, 54 kantor cabang, dan 15 unit pelayanan di seluruh Indonesia, Jamkrindo memastikan layanan penjaminan dapat menjangkau masyarakat hingga ke daerah terpencil.

Baca juga: OJK dan Jamkrindo Bersinergi Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Industri Penjaminan

Direktur Manajemen SDM, Umum, dan Manajemen Risiko Jamkrindo Ivan Soeparno menegaskan, perusahaan terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui transformasi digital, pengembangan produk penjaminan yang fleksibel, serta penguatan manajemen risiko berbasis data.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi bagi kemajuan ekonomi nasional. Keberhasilan UMKM adalah keberhasilan Jamkrindo, dan keberhasilan Jamkrindo adalah keberhasilan Indonesia,” kata Ivan. (*) Ranu Arasyki Lubis

Yulian Saputra

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

7 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

9 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

9 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

9 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

9 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

10 hours ago