Poin Penting
Jakarta– PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), anggota Holding Indonesia Financial Group (IFG), mencatatkan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun sepanjang tahun buku 2025.
Plt. Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menyatakan, capaian ini menegaskan kemampuan perseroan menjaga kinerja tetap solid di tengah dinamika industri penjaminan dan kenaikan beban klaim.
“Kinerja keuangan Jamkrindo pada tahun buku 2025 tersebut tersebut juga mencerminkan konsistensi perusahaan yang setiap tahun selalu menghasilkan laba sejak didirikan pada tahun 1970. Jamkrindo juga secara konsisten berkontribusi pada perekonomian dengan membayar pajak kepada negara dan menyetorkan dividen kepada pemegang saham,” ujar Abdul Bari di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dari struktur keuangan, Jamkrindo membukukan total aset sebesar Rp30,86 triliun dan total ekuitas sebesar Rp13,84 triliun, yang mencerminkan fondasi permodalan kuat untuk mendukung ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan. Sementara itu, imbal jasa penjaminan bruto tercatat sebesar Rp7,12 triliun.
Sejalan dengan dinamika perekonomian dan industri keuangan, peningkatan aktivitas penjaminan juga diikuti oleh kenaikan beban klaim bruto menjadi Rp6,6 triliun. Meski demikian, Jamkrindo tetap mampu menjaga kinerja secara keseluruhan dengan fundamental yang kuat dan pengelolaan risiko yang disiplin.
Baca juga: Laba Jamkrindo Syariah Meroket 160,64 Persen, Tembus Rp141,03 M di 2025
Sementara di sisi operasional, sepanjang tahun 2025, Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan mencapai Rp247,57 triliun. Capaian ini menegaskan skala bisnis yang tetap kuat sekaligus memperlihatkan kontribusi Jamkrindo terhadap sektor produktif nasional.
Sepanjang periode tersebut, Jamkrindo telah menjangkau lebih dari 5,56 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.
Abdul Bari menjelaskan, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita, Jamkrindo terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan UMKM dan koperasi melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas penjaminan, serta penguatan kolaborasi dalam ekosistem pembiayaan nasional.
Upaya ini juga didukung oleh transformasi berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta optimalisasi model bisnis.
"Di tengah dinamika industri, Jamkrindo tetap menjaga kinerja yang resilien melalui penguatan fundamental bisnis dan pengelolaan risiko yang disiplin. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan kinerja perusahaan," ungkapnya.
Baca juga: Jamkrindo dan Kejaksaan Perkuat Program Pelatihan Peserta Pidana Kerja Sosial di Sumbar
Abdul Bari menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Jamkrindo ingin memastikan semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh akses pembiayaan dan dapat berkembang secara berkelanjutan melalui layanan penjaminan.
“Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan UMKM dan koperasi melalui perluasan akses pembiayaan, penguatan ekosistem penjaminan, serta penciptaan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing,” ujarnya.
Tidak hanya melalui penjaminan, Jamkrindo juga aktif melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM serta koperasi untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing.
Abdul Bari menyatakan, program pendampingan dilakukan melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, serta penguatan akses pasar bagi pelaku usaha, termasuk kelompok perempuan dan penyandang disabilitas sehingga mampu mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha.
Upaya tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat, antara lain melalui program pemberdayaan UMKM, pelatihan kewirausahaan, serta inisiatif peningkatan kesejahteraan komunitas.
Program ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kami yakin bahwa dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan, kami ingin memastikan pelaku usaha dapat naik kelas, memiliki daya saing, dan tumbuh secara mandiri,” ujar Abdul Bari. (*) Ranu Arasyki Lubis
Page: 1 2
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More