Jamkrindo; Kejar target. (Foto: Erman)
Jakarta–Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) menargetkan meraih untung Rp1 triliun pada 2016. Hal tersebut terutama akan di dapat dari imbal jasa penjaminan (IJP) program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tahun ini mencapai Rp100 triliun hingga Rp120 triliun.
“Dengan dana KUR yang tahun ini jumlahnya jauh lebih besar dari 2015, maka kami ingin akhir 2016 perusahaan bisa meraih untung Rp1 triliun,” ujar Ketua Dewan Pengawas Perum Jamkrindo, Braman Setyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 7 Januari 2016.
Ia menjelaskan hingga akhir Desember 2015, dana KUR yang tersalurkan ke masyarakat mencapai Rp22,75 triliun. Di sisi lain per akhir November 2015, Perum Jamkrindo sudah membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp524,83 miliar. “Artinya dengan dana KUR tahun ini yang besarnya mencapai hingga 5 kali lipat tahun lalu, kami optimis laba Rp1 triliun bisa tercapai,” katanya.
Hal lain yang mendukung bisnis Perum Jamkrindo adalah penjaminan kredit dari koperasi. Menurutnya, koperasi sebagai lembaga keuangan non perbankan seharusnya bisa lebih maksimal lagi memberikan pinjaman kepada anggotanya.
“Kami akan lebih agresif menyasar penjaminan kredit yang disalurkan koperasi di 2016,” ujar Braman, yang juga menjabat sebagai Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM tersebut. (*) Ria Martati
PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More
Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More
Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More
Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat signifikan 2,07 persen ke level 7.458,49, didorong dominasi saham naik (485… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan mencatat rasio kredit bermasalah pindar (TWP90) naik menjadi 4,38% pada… Read More