News Update

Jalin Sinergitas, BNI Fasilitasi Pengelolaan Dana Pelindo III

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjalin kerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III. Melalui kerjasama ini, BNI akan mengelola dana pelayanan kepelabuhanan yang dikelola oleh Pelindo III. Dalam kerjasama tersebut, BNI akan memberikan layanan employee benefit kepada 1.750 karyawan Pelindo III, dimana ke depan juga akan dikembangkan penyediaan fasilitas dan produk konsumer.

Sinergi BNI dengan Pelindo III itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pembayaran dan Pengelolaan Gaji Karyawan (Payroll) untuk Karyawan Pelindo III antara Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati dengan Direktur SDM dan Umum Pelindo III Toto Heliyanto di Kantor Perwakilan PT Pelindo III Parama Tamansari Office Tower Jakarta, Selasa 19 Desember 2017.

Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati mengatakan, kerja sama Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan antara Bank BNI dengan Pelindo III kali ini diharap akan menjadi pintu menuju kerja sama yang lebih luas antara Bank BNI dengan Pelindo III, antara lain pengelolaan dana Pelindo III, penggunaan cash management BNI, dan pemberian fasilitas kredit untuk institusi Pelindo III dan karyawan Pelindo III.

“Kami berharap BNI dapat terus berperan aktif di dalam sistem pengelolaan keuangan perusahaan dan operasional pembayaran jasa-jasa pelabuhan dengan memberikan kemudahan channel pembayaran serta berbagai fasilitas untuk karyawan,” ujar Adi Sulistyowati di Parama Tamansari Office Tower Jakarta, Selasa 19 Desember 2017.

Sebagaimana diketahui, kerja sama dengan Pelindo III ini merupakan kelanjutan kerja sama yang telah dilakukan dalam Integrated Billing System, yaitu pengelolaan layanan kapal dan layanan bongkar muat barang dengan satu sistem yang terintegrasi. Peluang kerja sama yang terbuka ke depan adalah pembiayaan kepada mitra kerja Pelindo III.

Bank BNI sendiri telah menyediakan skim khusus untuk pembiayaan kepada shipping line, dan perusahaan bongkar muat barang, yaitu skim Supply Chain Financing (SCF). Hingga saat ini, fasilitas SCF telah tersedia sebesar Rp350 miliar.

Selain itu, dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Kementrian BUMN perihal implementasi penerbitan ID Card BUMN, BNI juga telah menerbitkan ID BUMN karyawan PT Pelindo III. ID Card ini tergolong pada kelompok produk uang elektronik yang di BNI diberi nama TapCash.

Selain berfungsi sebagai ID Card, kartu ID BUMN ini juga berfungsi sebagai Uang Elektronik untuk kartu belanja, pembayaran toll, hingga kartu parkir. Selain itu, terdapat juga fungsi non finansial seperti Absensi, Kartu Kesehatan, hingga Kartu Akses.

Sebagai informasi, untuk layanan cash management BNI sudah melayani lebih dari 95.000 transaksi keuangan di Pelindo III. Adapun dari sisi Bisnis Konsumer, BNI juga melayani penyaluran gaji (payroll) untuk lebih dari 6.400 karyawan Kelompok Usaha Pelindo. Dengan penyaluran gaji yang tetap oleh BNI, maka terbuka peluang bagi karyawan Pelindo III untuk memanfaatkan produk-produk kredit consumer dari BNI. Hingga saat ini, sekitar 1.000 karyawan Pelindo III telah memanfaatkan Kredit BNI Fleksi.(*)

Suheriadi

Recent Posts

IHSG Ditutup Menguat di Atas 8.900, Bahan Baku dan Properti Jadi Penopang

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 8.948,30 dengan nilai transaksi Rp33,54 triliun… Read More

20 mins ago

Belanja Nasional 2025 Moncer, Produk Lokal Sumbang Transaksi Besar

Poin Penting Event Belanja Nasional 2025 mencatat transaksi Rp122,28 triliun hingga 5 Januari 2026, melampaui… Read More

34 mins ago

Tak Semua Pegawai SPPG Jadi PPPK, Ini Penjelasan BGN Sesuai Perpres MBG

Poin Penting BGN menegaskan tidak semua pegawai atau relawan SPPG Program MBG dapat diangkat sebagai… Read More

50 mins ago

Saingi Malaysia, RI Siap Bangun Ekosistem Semikonduktor Senilai USD125 Miliar

Poin Penting Pemerintah telah menyetujui pengembangan ekosistem semikonduktor agar Indonesia mampu menyaingi Malaysia di industri… Read More

1 hour ago

Defisit APBN 2025 Nyaris 3 Persen, DPR Dorong Optimalisasi Pajak Sektor Strategis

Poin Penting Defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen PDB, melampaui target awal… Read More

1 hour ago

Jurus Baru BSI Garap Segmen Ritel Syariah

Poin Penting BSI meluncurkan Lapak BSI di pasar tradisional untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan… Read More

2 hours ago