Keuangan

Jalin: QRIS Cross-Border Jembatan RI ke Ekosistem Pembayaran Global

Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) menyoroti pentingnya infrastruktur sistem pembayaran digital untuk mendukung transaksi antarnegara (cross-border). 

Direktur Komersial Jalin, Eko Dedi Rukminto mengatakan, QRIS Cross-border adalah langkah strategis untuk menghubungkan ekosistem pembayaran Indonesia dengan jaringan global, khususnya di kawasan ASEAN saat ini. 

“Jalin melihat QRIS Cross-border sebagai jembatan untuk menghubungkan Indonesia dengan jaringan pembayaran global,” katanya, dalam acara “Technology Convergence: Shaping the Future of Finance and Beyond,” dikutip Senin, 18 November 2024.

Baca juga : Didukung Jalin, Nasabah MotionPay Bakal Nikmati Fitur QR Cross-Border di Tiga Negara Ini

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan industri akan memungkinkan terciptanya ekosistem pembayaran yang tidak hanya inklusif tetapi juga efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan regional.

QRIS Cross-borderdiluncurkan sebagai perwujudan dari visi Indonesia untuk melakukan standarisasi infrastruktur perdagangan internasional dan sistem pembayaran ritel. 

Layanan ini diharapkan menjadi standar sistem pembayaran regional yang aman, kompetitif serta mampu memperluas akseptasi pembayaran nontunai nasional secara lebih efisien. 

Sebagai salah satu pelaku industri switching nasional, Jalin telah berperan aktif dalam pengembangan layanan QRIS Cross-border di negara-negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, dengan rencana perluasan ke negara lain di masa mendatang. 

Baca juga : Transaski QRIS Makin Diminati, Artajasa Jalin Kerja Sama dengan 13 Perusahaan Pembiayaan Elektronik di Asia

Layanan QRIS antarnegara ini, kata Eko, juga dirancang untuk memudahkan wisatawan asing dalam melakukan pembayaran di berbagai sektor, mulai dari bandara hingga transportasi lokal, restoran, akomodasi, hingga tempat wisata. 

Di mana, wisatawan dapat menggunakan QRIS untuk membayar visa on arrival di bandara atau menikmati kenyamanan pembayaran nontunai di taksi maupun layanan ride-hailing sampai bertransaksi di toko oleh-oleh dengan lebih aman dan efisien.

Pihaknya berharap, layanan QRIS Cross-Border terus berkembang melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan potensi besar yang dimiliki QRIS Cross-border, Jalin akan terus berjalan sesuai dengan arahan dan visi pemerintah untuk memperluas akses transaksi lintas batas serta mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi digital. 

“Sebagai negara yang telah memiliki standar kode QR sendiri melalui inisiatif Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran, Indonesia menjadi percontohan bagi sistem pembayaran global,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

15 mins ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

37 mins ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

55 mins ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

2 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

3 hours ago

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

3 hours ago