Ekonomi dan Bisnis

Jalankan Strategi Diversifikasi, Delta Dunia Group Makmur Raup Pendapatan Rp21,64 Triliun

Jakarta Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group), mengumumkan kinerja operasional yang kuat dan pertumbuhan pendapatan selama periode Januari hingga September 2023.

Detla Dunia Group merupakan perusahaan induk dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), BUMA Australia Pty Ltd (BUMA Australia), PT Bukit Teknologi Digital (B-TECH), dan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU).

Dian Andyasuri, Direktur Delta Dunia Group mengatakan, kinerja Delta Dunia Group selama periode sembilan bulan di 2023 ini menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, kekuatan finansial, dan dedikasi terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami tetap fokus memberikan nilai tambah bagi para mitra kami dan memimpin inovasi industri melalui upaya pengembangan dan diversifikasi bisnis yang berkelanjutan,” kata Dian dikutip 14 November 2023.

Baca juga: Laba Antam Tembus Rp2,85 Triliun di Kuartal III-2023, Ini Penopangnya

Lebih jauh dia menjelaskan, catatan kinerja perusahaan meliputi pencapaian pendapatan kuartalan sebesar USD506 juta atau Rp8,05 triliun selama kuartal III 2023. Angka ini berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan yang sustansial menjadi USD1,36 miliar atau Rp21,64 triliun, meningkat 19 persen dalam sembilan bulan secara year on year (yoy).

“Strategi diversifikasi kami berhasil meningkatkan pendapatan dari batubara metalurgi hingga 19 persen dan mengurangi ketergantungan kami pada batubara termal sebesar 81 persen per September 2023,” jelasnya.

Sementara, dua anak perusahaan Delta Dunia Group, yakni BUMA dan BUMA Australia juga menunjukkan kinerja operasional yang kuat, dengan peningkatan volume overburden (OB) sebesar 12 persen YoY menjadi 462 juta bank cubic meter (bcm) dan produksi batubara sebesar 64 juta metrik ton (MT).

“Pertumbuhan ini terutama terjadi di Australia, dibantu oleh cuaca yang lebih kering di Indonesia dan peningkatan jumlah kontrak baru di Australia,” jelas Dian.

Kemudian, EBITDA meningkat menjadi USD302 juta atau naik 11 persen YoY. Selama kuartal III 2023, perusahaan mencapai rekor EBITDA kuartalan sebesar USD127 juta atau sekitar Rp 2,02 triliun, yang mencerminkan peningkatan margin EBITDA yang konsisten sejak kuartal pertama 2023.

Selain itu, laba bersih meningkat sebesar 5 persen YoY. Peningkatan ini dipengaruhi oleh biaya keuangan yang lebih tinggi yang disebabkan oleh peningkatan suku bunga dasar dan penurunan nilai akibat selisih kurs rupiah yang terdepresiasi.

Adapun belanja modal (Capital Expenditure/Capex) turun 31 persen YoY menjadi USD74 juta disebabkan oleh penyelesaian ramp-up proyek-proyek di Indonesia, sejalan dengan target setahun penuh Delta Dunia Group sebesar USD105 juta hingga USD145 juta.

Arus kas operasional meningkat menjadi USD227 juta, terutama karena EBITDA yang lebih tinggi, manajemen modal kerja yang lebih baik, dan pengembalian pajak yang meningkat, sehingga menghasilkan arus kas bebas yang positif sebesar USD159 juta dan tingkat kas yang lebih tinggi sebesar USD230 juta.

Baca juga: Ekspor Naik 24,4 Persen, Emiten Tambang Bukit Asam Raih Laba Bersih Rp3,8 Triliun

Meskipun EBITDA lebih tinggi pada kuartal III 2023, Arus Kas Operasional dan Arus Kas Bebas Group selama periode triwulanan ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kuartal III 2022 karena pengumpulan piutang sebesar lebih dari USD12 juta pada minggu pertama Oktober.

Di lain sisi, Delta Dunia juga telah menyelesaikan pembelian 1.285 juta saham melalui program pembelian kembali saham (buyback) yang mewakili 14,9 persen dari jumlah saham beredar Perseroan (per 4 Agustus 2023).

Selama periode Januari hingga September 2023, BUMA, anak usaha Delta Dunia Group, telah melakukan pembelian kembali Senior Notes sebesar USD14,4 juta atau Rp229,1 miliar, termasuk beban transaksi yang belum di amortisasi terkait per 30 September 2023. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

4 hours ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

8 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

12 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

16 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

17 hours ago