Categories: Perbankan

Jahja: Tak Masalah Tenor Panjang, Asal Mudah Pencairannya

Upaya BI menggeser penempatan likuiditas bank dari harian (overnight) ke tenor yang lebih panjang dinilai disambut baik perbankan. Ria Martati.

Jakarta– Perbankan menyambut baik upaya bank sentral menarik ekses likuiditas dari tenor pendek ke tenor yang lebih panjang  dengan menyediakan berbagai macam tenor panjang untuk fasilitas SBI, SDBI, RR SBN, TD Valas. Namun, bank membutuhkan instrumen yang lebih fleksibel.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia, Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja mengatakan, saat ini likuiditas Rupiah dan Valas memang dalam kondisi yang sangat baik. Menurutnya bank memang banyak menempatkan likuiditas rupiahnya di instrumen yang telah disediakan BI seperti SBI dan cukup banyak menempatkan di tenor jangka panjang.

“Untuk tenor lebih lama, BCA sejauh ini cukup banyak penempatan di BI. Kami tentu melihat kebutuhannya nanti. Kalau memang dana yang bisa kami tempatkan sampai 6 bulan, 12 bulan, tidak akan ada masalah,” kata Jahja belum lama ini.

Jahja mengatakan penempatan likuiditas di fasilitas dengan tenor lebih panjang tidak masalah, tapi dengan syarat dana tersebut bisa dicairkan dengan mudah ketika dibutuhkan.

” Kalau dipatok selama 12 bulan dan tidak bisa dicairkan kan susah. Kecuali dana itu mudah dicairkan dan dijadikan jaminan untuk tarik borrowing / pinjaman, misalnya. Nah, mekanisme ini yang belum saya ketahui secara pasti,” tambahnya.

Dia mengatakan instrumen seperti time deposit dulu tidak bisa digunakan sebagai jaminan. Hal ini mempersulit bank ketika membutuhkan dana secara cepat. Pasalnya, saat ini BCA memiliki kurang lebih Rp100 triliun fasilitas pinjaman yang belum dicairkan, dan bisa sewaktu-waktu ditarik nasabah.

“Maka butuh instrumen yang lebih fleksibel. Sejauh ini menurut kami, mekanisme yang ada sudah cukup. Tapi kalau memang ada yang lebih menarik lagi ya tidak masalah,” kata dia.

Sementara untuk instrumen valas menurutnya memang dibatasi di kisaran US$3 miliar saja sejak 2005 lalu. Sedangkan portofolio kredit valas dibatasi di kisaran US$1,4 miliar-US$1,8 miliar.

“selisihnya kami beli Indonesia Government Bond yang denominasi US Dollar dan nostro, untuk instrument yang likuid. Jadi kami harus selalu sedia dana likuiditas kalau dibutuhkan, harus segera kami kembalikan. Jadi memang kami tidak aktif di dana valas,” jelas Jahja

Seperti diketahui, sejak Rabu, 19 Agustus BI telah mengubah mekanisme lelang Reverse Repo (RR) SBN), Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari variable rate tender menjadi fixed rate tender dan menyesuaikan pricingnya. BI juga memperpanjang tenor dengan menerbitkan RR SBN 3 bulan, SDBI tenor 6 bulan, dan SBI tenor 9 dan 12 bulan.

Hal ini sebagai upaya menggeser dana perbankan yang ditempatkan di instrumen jangka pendek ke instrumen dengan tenor lebih panjang itu dilakukan untuk mengurangi tekanan di pasar valas. Pasalnya saat ini ekses likuditas perbankan berlimpah. Hal ini terlihat dari penempatkan dana bank di Bank Indonesia (BI) mencapai Rp225 triliun, 42% diantaranya ditempatkan dalam fasilitas jangka pendek (overnight).

Apriyani

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

2 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

2 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

2 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

4 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

4 hours ago