Presiden Komisaris BCA, Jahja Setiaatmadja borong saham BBCA pada 2 Februari 2026. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk, (BBCA), Jahja Setiaatmadja kembali melakukan transaksi atau pembelian saham perseroan.
Mengutip laman keterbukaan informasi, 11 September 2025, manajemen BBCA menjelaskan bahwa Jahja membeli 66.000 saham BCA pada 9 September 2025 dengan harga Rp7.575 per saham. Sedangkan nilai transaksi sahamnya mencapai Rp499,95 juta.
“Tujuan transaksi investasi, status kepemilikan saham adalah langsung dan klasifikasi saham merupakan saham biasa,” tulis manajemen BBCA.
Baca juga: Dana Asing Kabur Rp1,25 Triliun, Saham BMRI, ANTM hingga BBCA Paling Banyak Dilego
Baca juga: OJK: Volatilitas Pasar Saham di Akhir Agustus 2025 Bersifat Terbatas
Setelah aksi borong saham ini, kepemilikan Jahja bertambah menjadi 34.933.644 saham atau setara 0,03 persen dari total saham BBCA. Sebelumnya, Jahja tercatat memiliki 34.867.644 saham atau sekitar 0,03 persen.
Sementara pada 1 September 2025 lalu, Jahja juga membeli 62.500 lembar saham BBCA dengan harga Rp7.975 persen saham. Sedangkan nilai transaksinya mencapai Rp498 juta.
Pada pembukaan pasar saham di sesi pertama, 11 September 2025, harga saham BBCA dibuka naik 100 poin atau 1,28 persen ke posisi Rp7.900 per lembar saham. (*)
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More