News Update

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting

  • Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga Rp7.450 per saham, senilai sekitar Rp499,15 juta
  • Saham BBCA menguat 2,7 persen pada perdagangan Senin (2/2/2026) ke level Rp7.600 per saham, sejalan dengan sentimen positif pasar.
  • BCA siapkan buyback saham hingga Rp5 triliun, berlaku maksimal 12 bulan setelah disetujui RUPST 12 Maret 2026, dengan jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 10 persen modal disetor.

Jakarta – Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja kembali menambah kepemilikan sahamnya di bank milik Grup Djarum tersebut.

Aksi borong saham BBCA tersebut dilaporkan lewat keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Februari 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, Jahja melakukan pembelian sebanyak 67.000 lembar saham BBCA dengan harga Rp7.450 per saham.

Adapun total dana yang rogoh mantan presiden direktur BBCA ini untuk menambah porsi saham tersebut sekitar Rp499,15 juta.

“Jenis transaksi pembelian dan tujuan transaksi investasi,” tulis manajemen BBCA dalam keterbukaan informasi dikutip 3 Februari 2026.

Baca juga: BCA Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Jumbo Rp5 Triliun

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Jahja meningkat dari sebelumnya 34.933.644 saham menjadi 35.000.644 saham.

Meski jumlah saham bertambah, porsi hak suara Jahja tetap di level 0,03 persen.

Sementara pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, saham BBCA ditutup menguat 200 poin atau 2,7 persen ke level Rp7.600 per saham. Ini mencerminkan kenaikan 2,70 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Buyback Saham

Sebelumnya, BCA telah mengumumkan akan melakukan pembelian kembali saham (shares buyback) yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai maksimal Rp5 triliun.

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA menjelaskan, aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka turut mendukung stabilitas pasar modal Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham.

Baca juga: Outflow Investor Asing Rp5,11 Triliun, BBCA- BBRI Paling Banyak Dijual

“Jumlah nilai buyback adalah sebesar-besarnya Rp5.000.000.000.000 (lima triliun rupiah) termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain,” jelas Hera pada akhir Januari 2026.

Adapun periode buyback akan dilaksanakan selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026.

Sedangkan jumlah saham yang dibeli kembali perseroan tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

49 mins ago

IHSG Kembali Dibuka Melemah 0,56 Persen ke Level 7.878

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,56 persen ke level 7.878,22 pada awal perdagangan (3/2), dengan… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.763 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.763 per dolar AS, dengan proyeksi… Read More

2 hours ago

IHSG Hari Ini Masih Rawan Terkoreksi, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More

2 hours ago

Milad 5, BSI Gaungkan Langkah EMAS Generasi EMAS

Kampanye sekaligus sebagai sosialisasi positioning BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia dan mengajak masyarakat… Read More

3 hours ago

Pengguna Jago Terhubung Bibit-Stockbit Tembus 3 Juta, Investasi Naik 80 Persen

Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More

11 hours ago