Triwulan IV-2018, Defisit Transaksi Berjalan Naik Lagi Jadi USD9,1 Miliar
Jakarta – Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI 7 Day Repo Rate (BI7DRR) di level 3,75%. Hal tersebut mempertimbangkan suku bunga kebijakan yang saat ini masih konsisten untuk menjangkar ekspektasi inflasi dan menjaga transmisi penurunan suku bunga perbankan.
“Inflasi awal tahun 2021 ini cenderung meningkat mempertimbangkan potensi kenaikan inflasi harga diatur pemerintah dan inflasi harga bergejolak,” kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Infobanknews di Jakarta, Kamis 21 Januari 2021.
Josua menambahkan, transmisi penurunan suku bunga perbankan terus berlanjut guna merespon penurunan suku bunga acuan BI pada tahun 2020 yang lalu. Menurutnya, tren penurunan suku bunga perbankan dan perbaikan aktivitas perekonomian diharapkan mulai mendorong permintaan kredit yang cenderung masih lemah pada hingga akhir tahun 2020.
“Pertumbuhan kredit pada akhir tahun 2020 cenderung masih lemah yakni di kisaran -2,41% yoy sementara pertumbuhan DPK pada Desember 2020 tercatat 11,11% yoy,” ujar Josua.
Ke depannya Josua menilai, ruang penurunan suku bunga perbankan masih terbuka meskipun semakin terbatas. Hal tersebut mempertimbangkan upaya untuk menjaga daya tarik investasi pada aset keuangan rupiah dalam rangka mendorong terciptanya stabilitas nilai tukar rupiah di tengah proses pemulihan ekonomi domestik. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More
Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More
Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More