Ilustrasi: Citibank proyeksikan suku bunga The Fed bakal naik di November 2023/istimewa
Jakarta — Bank Indonesia (BI) pada tahun ini masih terbuka potensi untuk dapat menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) hal tersebut seiring dengan masih terjaganya fundamental ekonomi nasional dan untuk menjaga penyaluran kredit pada tahun ini.
“Ada saatnya di semester dua kalau berani bisa meurunkan suku bunga acuannya. Antara tetap atau bisa menurunkan 25 bps biar ekonomi tumbuh lagi,” kata Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani di Jakarta, Rabu 30 Januari 2019
Dirinya menilai, keputusan BI untuk menahan suku bunga acuan pada 6% sudah tepat seiring dengan perbaikan ekonomi global dan mulai masuknya capital inflow ke Indonesia.
Aviliani juga mengamati, industri perbankan sudah mulai mengerek suku bunga kredit miliknya. Oleh karena itu BI diminta untuk tidak menaikan kembali suku bunga acuannya.
“Pada 2019 bank sudah menaikan bunga kreditnya, dan nanti kedepannya akan naik 10 persen hingga 12 persen dan cenderung menghambat kredit kita. Ini kecenderungan agak berat,” tambah Aviliani.
Sebagai informasi, untuk suku bunga acuan BI sendiri, hingga sepanjang 2018 saja BI telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 175 bps pada bulan Mei Juni, Agustus dan terakhir pada November sehingga kini berada di level 6,00%. (*)
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More