Jakarta – PT Hotel Sahid Jaya International Tbk berupaya menjaga momentum pertumbuhan positif yang dibukukan pada 2024. Tahun ini, emiten perhotelan dengan kode saham SHID itu memasang mode ekspansif dan mengincar pendapatan hingga Rp160 miliar.
Sepanjang tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp155,9 miliar, atau melonjak 17,18 persen year on year (yoy) ketimbang Rp133,10 miliar di tahun sebelumnya.
Direktur Hotel Sahid Jaya International, Hengky Roy, mengungkapkan, kontributor utama pendapatan SHID adalah segmen food and beverage, dengan kontribusi sebesar 61 persen, disusul segmen room dengan porsi 32 persen.
Tarif kamar rata-rata Hotel Grand Sahid Jakarta, lanjut Hengky, naik 3,60 persen pada 2024. Tingkat hunian (occupancy) juga mengalami kenaikan 2,12 persen ketimbang tahun sebelumnya.
Baca juga: Cara Sahid Hotels and Resorts Genjot Industri Pariwisata Tanah Air
Di tengah kondisi pasar yang masih menantang saat ini, Hengky menegaskan SHID akan melakukan evaluasi dan penerapan strategi yang dikembangkan sesuai kondisi pasar.
“Yang bertujuan untuk mempertahankan prosentase occupancy untuk meraih target market yang ada sehingga kedepannya dapat meningkatkan pendapatan perseroan pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya dalam public expose yang digelar Jum’at, 16 Mei 2025.
Adapun untuk mewujudkan target tahun ini, SHID akan melakukan pengembangan dari sisi produk, layanan, hingga pelayanan kepada pelanggan. Sepanjang tahun lalu, perseroan secara bertahap sudah melakukan peningkatan pelayanan dan kenyamanan bagi tamu, termasuk melalui renovasi dan pengembangan bisnis di unit Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta dan Hotel Sahid Bandar Lampung.
Hengky merinci, selain meng-upgrade beberapa kamar di lantai II dan 15 Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, perseroan juga melakukan renovasi area koridor dan lobby lift. Sedangkan untuk pengembangan usaha, di unit Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta direncanakan akan dibangun lapangan padel tenis di area rooftop. Ini sejalan dengan tren olahraga yang saat ini diminati masyarakat.
Sedangkan untuk unit Hotel Sahid Bandar Lampung, perseroan melakukan renovasi area ballroom untuk memberikan pelayanan lebih baik bagi para tamu.
Baca juga: Intip Target Pendapatan dan Laba Emiten DKHH usai Melantai di Bursa
Di luar soal kinerja bisnis, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, SHID juga melakukan perubahan susunan pengurus. Perseroan menerima pengunduran diri Ganesha Bayu Murti sebagai direktur. Kemudian mengangkat Dhanadi Kusuma Wardana Sukamdani sebagai direktur perseroan yang baru.
Dengan demikian susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris SHID terbaru adalah sebagai berikut :
(*) Ari Astriawan
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More