BI: Capital Inflow Minggu Pertama Januari Capai Rp6,8 Triliun
Jakarta – Sebagai langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga likuiditas perbankan nasional, BI memutuskan untuk melonggarkan porsi GWM Rupiah Rerata (konvensional dan syariah) dari 2 persen menjadi 3 persen, untuk meningkatkan fleksibilitas dan distribusi likuiditas di perbankan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, selain melonggarkan GWM, BI juga meningkatkan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial/PLM (konvensional dan syariah) yang dapat direpokan ke Bank Indonesia dari 2 persen menjadi 4 persen, masing-masing dari Dana Pihak Ketiga (DPK).
Dalam Rapat Dewan Gubernur BI, di Jakarta, Kamis, 15 November 2018, kata dia, di bidang makroprudensial, Bank Sentral juga mempertahankan rasio Countercyclical Capital Buffer (CCB) sebesar 0 persen dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) pada target kisaran 80-92 persen.
Langkah BI yang melonggarkan GWM juga seiring dengan kondisi loan to deposit ratio (LDR) perbankan per September 2018 tercatat di level 94 persen, yang menunjukkan bahwa likuiditas perbankan tengah mengetat. Untuk itu pelonggaran GWM diperlukan agar bank dapat meningkatkan fleksibilitasnya.
“Ke depan, Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan guna memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Perry. (*)
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More