Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) telah menyusun beberapa strategi untuk terus bertahan dan juga tumbuh di 2023. Salah satunya adalah dengan melakukan sinergi dengan BRI Group sebagai induknya.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, bahwa dengan bersinergi dan beradaptasi dengan cepat dalam berbagai situasi yang ada saat ini akan menjadi kunci keberhasilan dari bisnis Bank Raya.
“Di tahun 2023 di samping juga kami melanjutkan aspirasi dari visi kami, kami sedang gencar melakukan sinergi dengan BRI Group untuk mendapatkan ceruk yang ada di BRI Group sendiri yang saat ini belum dilakukan atau dilayani secara optimal,” ucap Ida Bagus dalam Konferensi Pers di Jakarta, 10 Mei 2023.
Baca juga: Tenang! Data dan Dana Nasabah Dijamin Aman Kata Bos BSI
Tidak hanya itu, Bank Raya juga telah menyusun tiga langkah utama untuk menghadapi tantangan dan persaingan ke depannya, yaitu dengan membidik potensi-potensi untuk perluasan produk dan memperkuat eksosistem pembayaran digital yang terintegrasi dalam satu aplikasi agar dapat menjadi pilihan bagi masyarakat,
“Kemudian yang kedua mendorong perbaikan kualitas produk digital kami dengan membangun infrastruktur layanan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menguntungkan secara jangka panjang,” imbuhnya.
Lalu, langkah yang ketiga adalah terkait dengan sinergi Bank Raya dengan ekosistem BRI Group dalam memperluas akses produk-produk perbankan bagi nasabah, serta memberikan pengalaman terbaik berinteraksi atau bertransaksi perbankan digital.
“Dengan demikian diharapkan di tahun 2023 Bank Raya dapat menghadapi tantangan dan bersaing secara sehat dan memanfaatkan keunggulan dari bergabungnya kita di ekosistem BRI Group,” ujar Ida Bagus.
Sebagai informasi Bank Raya di kuartal I-2023 telah menunjukkan laporan keuangan perusahaan yang positif, di mana Bank Raya berhasil meraih laba bersih sebesar Rp4,4 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More