Ekonomi dan Bisnis

Jaga Kestabilan Bisnis, GGRP Gencar Tingkatkan Penerapan GCG

Jakarta – Emiten baja nasional PT Gunung Raja Paksi Tbk, (GRP/GGRP) terus gencar dalam meningkatkan penerapan good corporate governance (GCG) sekaligus menjaga kestabilan bisnis perusahaan. Hal ini juga untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas serta mewujudkan nilai Perusahaan dalam jangka panjang.

Direktur GRP Felix Sugianto dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 30 Mei 2022 menjelaskan, penerapan GCG tersebut menjadi salah satu prioritas perseroan, seiring dengan masuknya perusahaan ke lantai bursa. Melalui tata kelola yang baik, perusahaan akan terus  melakukan inovasi guna memberikan kinerja terbaik dan membangun citra yang positif di mata masyarakat.

“Bagi GGRP, penerapan GCG adalah hal vital. Karena kami terus mengedepankan transparansi dan akuntabilitas,” ujar Felix.

Atas komitmen perusahaan dalam penerapan GCG, PT Gunung Raja Paksi Tbk, pun berhasil meraih Top 50 Emiten dengan Tata Kelola Perusahaan Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan Indonesian Institute for Corporate Directorship  (IICD) dalam ajang The 13th IICD Corporate Governance Award. GGRP meraih penghargaan Best Equitable Treatment of Shareholders untuk kategori perusahaan menengah (Mid Cap).

Menurut Ketua IICD Sigit Pramono, IICD Corporate Governance Award merupakan ajang tahunan pemberian apresiasi kepada perusahaan-perusahaan publik dengan praktik GCG terbaik. Selain itu, perusahaan juga tidak terkait kasus serius yang bertentangan dengan prinsip-prinsip GCG.

Penilaian dilakukan kepada 200 emiten dengan market kapitalisasi terbesar dan menengah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang didukung 10 asesor. Adapun penggunaan metode penilaian, berdasarkan Asean CG Scorecard. “Berdasarkan hasil penilaian independen yang kami lakukan, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada PT Gunung Raja Paksi, Tbk, yang termasuk dalam TOP 50 Emiten  dengan Kapitalisasi Pasar Menengah (Mid Cap PLCs),” kata Sigit.

Felix menambahkan, khusus untuk kategori Best Equitable Treatment of Shareholders, salah satu kriteria pemberian anugerah adalah, perusahaan yang telah menerapkan jaminan perlakuan yang sama bagi para pemegang saham. Pemberian anugerah tersebut, lanjut Felix, akan menjadi pendorong bagi GGRP untuk terus meningkatkan prinsip-prinsip GCG itu sendiri.

“Karena menurut kami, penerapan GCG sangat penting bagi sustainabilitas atau keberlanjutan usaha GGRP,” pungkas Felix. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 mins ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

25 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

28 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

2 hours ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago