Jaga Inflasi Pangan dan Kurangi Ketergantungan Impor, BI Sinergi dengan TPID Jateng

Jaga Inflasi Pangan dan Kurangi Ketergantungan Impor, BI Sinergi dengan TPID Jateng

Inflasi pangan
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Bank Indonesia bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah melakukan aksi untuk memperkuat sinergi dan inovasi dalam mendorong stabilitas inflasi ke depan. Hal ini sebagai realisasi dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang telah dicanangkan sebelumnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menyampaikan bahwa kita bersama perlu meredam inflasi pangan dengan menjaga harga, distribusi, dan pasokan. Gerakan Nasional yang merupakan gerak cepat untuk mengelola inflasi pangan ini dimulai dari Jawa Tengah dan selanjutnya akan dilakukan di seluruh Indonesia.

Untuk menjaga stabilitas inflasi, diwujudkan juga melalui inovasi pengembangan bawang putih sebagai komoditas volatile food  utama di Jawa Tengah, melalui pendirian Learning Center Bawang Putih di Desa Tuwel, Bojong, Kabupaten Tegal. Learning Center Bawang Putih merupakan pusat pembelajaran bawang putih nasional.

Pembelajaran ini mulai dari budidaya hingga penanganan pasca panen (diversifikasi produk turunan hingga pemasarannya) yang digagas  KPw BI Tegal bersama Pemda Kabupaten Tegal dan IPB University. Inovasi jangka menengah panjang yang dihasilkan melalui pendirian Learning Center diharapkan akan mendorong produktivitas bawang putih di Indonesia menjadi lebih optimal sehingga mengurangi ketergantungan akan pasokan impor.

“Dalam jangka pendek, kami fokus untuk mengatasi tingginya harga komoditas cabai merah dan mewaspadai kenaikan harga bawang merah melalui kegiatan sidak dan operasi pasar serta Kerjasama Antar Daerah dengan beberapa pihak dan pelaksanaan Gerakan Tanam Cabai Merah. Selain itu, kami juga menginisiasi pendirian Learning Center Bawang Putih bekerjasama dengan IPB University dan Pemerintah Daerah sebagai wadah belajar petani Indonesia,” ujar Aida dikutip Jumat, 12 Agustus 2022.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut menyampaikan komitmen dan dukungannya terhadap seluruh upaya sinergitas pengendalian inflasi dan penguatan kedaulatan pangan yang dilaksanakan bersama Bank Indonesia. Ganjar Pranowo  juga mengharapkan ilmu dalam Learning Center Bawang Putih dapat dibagikan secara online melalui berbagai kanal media online sehingga dapat diserap publik secara luas.

Berbagai langkah strategis turut dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa Tengah dalam mendorong stabilitas inflasi ke depan, antara lain melalui Gerakan Tanam Cabai Nasional, Operasi Pasar Hortikultura serta Kerjasama Antar Daerah (KAD) komoditas volatile food.

Baca juga : Tahan Inflasi, Gubernur Jatim Gencarkan Misi Dagang

Gerakan Tanam Cabai Nasional Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa Tengah bersinergi dengan Pemerintah Daerah setempat melalui penyaluran 17.845 bibit cabai kepada klaster pangan, kelompok subsistence dan pondok pesantren binaan Bank Indonesia. Disamping itu, Operasi Pasar komoditas hortikultura (cabai merah dan bawang merah) dilaksanakan di beberapa kota di Jawa Tengah dengan memberikan subsidi harga, transportasi dan biaya penyusutan melalui BUMD  setempat. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]