Jaga Hubungan Bilateral, PM Malaysia Segera Selesaikan Permasalahan dengan RI

Jaga Hubungan Bilateral, PM Malaysia Segera Selesaikan Permasalahan dengan RI

Jaga Hubungan Bilateral, PM Malaysia Segera Selesaikan Permasalahan dengan RI
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim memastikan, hubungan bilateral antara Indonesia dengan Malaysia terjalin dengan baik, berkesan dan spesial. Ia juga berjanji akan menyelesaikan permasalahan pekerja migran Indonesia/TKI di Malaysia. Perdana Menteri Malaysia yang dilantik pada November 2022 lalu ini, berharap isu-isu yang beredar tidak merenggangkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia.

“Dalam percakapan dengan Presiden Jokowi, saya bilang bahwa saya juga orang yang tersisih dan terbuang, sehingga lebih mengerti arti keadilan dan pemerataan. Sekarang menjadi tanggung jawab saya untuk memihak ke keadilan, memastikan ke ranah manusiawi dan atau ke ranah insaniah. Saya mau buat janji di depan sini. Saya menyatakan bahwa Insya Allah dengan perubahan political landscape di Malaysia, saudara-saudara akan menyaksikan peningkatan hubungan negara serumpun (Indonesia-Malaysia),” ujarnya, dalam CT Corp Leadership Forum, di Jakarta, Senin, 9 Januari 2023.

Anwar juga menyinggung soal masalah perekonomian yang tidak menentu saat ini karena pandemi COVID-19 dan situasi global. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan rasa pesimis dari berbagai pihak. Kendati begitu, ia merasa optimis, karena dengan berdoa dan berikhtiar segala permasalahan baik ekonomi maupun politik dapat segera terselesaikan.

“Saya masih optimis. Dengan pertolongan Allah akan mampu diraih dengan cepat. Begitu juga ekonomi. Jika hanya diserahkan kepada para pakar-pakar ekonomi, tdak akan menjawab permasalahan. Jadi tanggung jawab kita semua untuk memanfaatkan waktu dan memperbaiki kebijakan dengan semaksimal mungkin. Saya percaya, insya Allah pandangan pesimis tidak semestinya benar. Kita sebagai manusia tugasnya adalah berikhtiar mencari penyelesaian dan perubahan dengan segala daya dan upaya. Tapi bagi saya, pokok pangkalnya adalah bermula dari pimpinan. Oleh sebab itu, saya memilih untuk bermula dengan mengambil sikap sebagai ketua yang betanggung jawab, menerima pandangan dan nasihat. Itu artinya demokrasi,” tambahnya.

Sebagai informasi, pagi tadi, Presiden Joko Widodo menyambut kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar bin Ibrahim, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Kunjungan ini merupakan kunjungan resmi pertama PM Anwar Ibrahim sejak dilantik pada 24 November 2022 lalu. Kedua pemimpin negara juga melangsungkan penyerahan letter of intent (LoI) dari pemerintah Malaysia kepada Indonesia dalam partisipasi pembangunan IKN.

“Saya menyambut baik minat para investor Malaysia dalam pembangunan ibu kota negara baru, Nusantara. Sebelas LoI telah ditandatangani oleh sektor swasta Malaysia dan diserahkan kepada Otoritas IKN yang bergerak di bidang elektronik, kesehatan, pengelolaan limbah, konstruksi, dan properti. Selain itu juga terdapat sejumlah MoU di bidang perkapalan, pembiayaan ekspor-impor, energi hijau, pengembangan industri baterai, dan lain-lainnya juga sudah ditandatangani,” ujar Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Senin, 9 Januari 2023. (*) Ayu Utami

Related Posts

No Content Available

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]