Categories: News Update

Jadwal Kereta Cepat Whoosh Berubah Mulai 19 Februari, Ini Penyebab dan Waktu Terbarunya

Poin Penting

  • KCIC mengurangi perjalanan 19 Februari-12 Maret 2026 akibat pemindahan kabel SUTT di jalur Padalarang-Tegalluar.
  • Pekerjaan kabel 150 kV sepanjang 550 meter dilakukan 9 jam per hari dengan standar keselamatan tinggi.
  • Perjalanan menjadi 42-56 trip per hari dan akan kembali normal setelah pekerjaan selesai.

Jakarta – Perjalanan Kereta Api (KA) Cepat Whoosh akan beroperasi dengan jadwal terbatas selama tiga pekan ke depan. Penyesuaian ini dilakukan menyusul pekerjaan pemindahan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang melintang tepat di atas jalur kereta cepat Jakarta-Bandung.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menetapkan perubahan jadwal berlaku mulai 19 Februari hingga 12 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pekerjaan berjalan aman tanpa mengganggu infrastruktur perkeretaapian berkecepatan tinggi.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam keterangan resminya, Kamis (12/2), mengatakan, pemindahan kabel akan dilakukan setiap hari pukul 21.30 WIB hingga 06.30 WIB atau selama 9 jam per hari (work window), dan berlangsung selama 22 hari berturut-turut.

Adapun kabel SUTT 150 kV yang dipindahkan memiliki panjang 550 meter dan membentang di atas jalur Whoosh pada KM 129 lintas Padalarang–Tegalluar, dengan ketinggian sekitar 60-70 meter.

Baca juga: Hujan Deras Rendam Akses Stasiun Halim, KCIC Pastikan Operasional Whoosh Aman

Selama proses berlangsung, terang Eva, seluruh pasokan listrik di trase KA Cepat Jakarta–Bandung dimatikan sementara. “Kebijakan ini diterapkan agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku, sekaligus memberi ruang kerja optimal bagi petugas di lapangan,” ujarnya.

Terkait pengerjaan itu, kata Eva, KCIC menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul sehubungan dengan adanya penyesuaian jadwal tersebut.

“Penambahan window time ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan dapat dilakukan sesuai SOP dengan tingkat keselamatan yang tinggi, mengingat posisinya berada di atas jalur Whoosh,” jelasnya.

Jumlah Perjalanan Berkurang Sementara

Eva memaparkan, selama periode tersebut, jumlah perjalanan Whoosh disesuaikan menjadi 42 hingga 56 perjalanan per hari.

“Kereta pertama dari Stasiun Halim berangkat pukul 07.25 WIB dan dari Stasiun Tegalluar Summarecon pukul 07.35 WIB. Sementara itu, keberangkatan terakhir dari Halim pukul 20.00 WIB dan dari Tegalluar Summarecon pukul 20.05 WIB,” terangnya.

KCIC menegaskan penyesuaian jadwal tersebut bersifat sementara. Setelah pekerjaan pemindahan kabel selesai, operasional Whoosh akan kembali ke jadwal normal.

Baca juga: Tiket Kereta Api Lebaran Diskon 30 Persen Dijual Sore Ini, KAI Siapkan 1,2 Juta Kursi

Lebih lanjut, Eva menyampaikan bahwa tiket dengan jadwal terbaru telah tersedia melalui seluruh kanal resmi, seperti aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, serta mitra penjualan Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

KCIC, tambahnya, juga mengimbau penumpang untuk memeriksa jadwal terbaru sebelum keberangkatan dan memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi perusahaan maupun media informasi di stasiun.

“KCIC mengimbau penumpang untuk selalu memperhatikan jadwal perjalanan terbaru serta memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi KCIC selama masa penyesuaian layanan berlangsung. Sosialisasi jadwal baru juga sudah dilakukan melalui kanal media sosial KCIC serta berbagai media informasi yang tersedia di stasiun,” pungkasnya. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Bisnis Oli Makin Kencang, Pertamina Lubricants Dominasi Pangsa Pasar 37 Persen

Poin Penting Pangsa pasar oli Indonesia tumbuh rata-rata 2,5% per tahun, didorong oleh meningkatnya jumlah… Read More

4 hours ago

Prasasti: Konflik AS-Iran jadi Momentum Investor Borong Aset Keuangan

Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More

4 hours ago

Salurkan Pembiayaan Perumahan RP20,88 T di 2025, Laba SMF Tembus Rp565 M

Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More

5 hours ago

Naik 18 Persen, Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Tembus Rp43,2 Triliun di 2025

Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More

5 hours ago

AFPI Dorong Bank Himbara Salurkan Rp200 Triliun SAL ke Fintech Pindar

Poin Penting AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman… Read More

5 hours ago

Timteng Memanas, Ini Langkah Pertamina Lubricants Jamin Ketersediaan Stok Nasional

Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More

5 hours ago