Keuangan

Jadi Underlying Repo, Obligasi SMF Bakal Lebih Menarik di Mata Investor?

Poin Penting

  • Obligasi SMF resmi menjadi obligasi korporasi pertama yang eligible sebagai underlying transaksi Repo BI, meningkatkan kredibilitas, likuiditas, dan minat investor, terutama dari institusi.
  • Status baru ini berpotensi menekan cost of fund SMF, memperluas basis investor, serta mendorong pembiayaan sektor perumahan dan Program 3 Juta Rumah.
  • Fleksibilitas likuiditas meningkat bagi investor dan perbankan, karena obligasi SMF dapat direpo sewaktu-waktu.

Surakarta – Obligasi PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menjadi obligasi korporasi pertama eligible sebagai underlying transaksi repurchase agreement (Repo) di Bank Indonesia (BI). Penetapan ini bisa menjadikn obligasi SMF lebih menarik di mata investor sekaligus menekan biaya dana.

Status ini juga menjadi sentimen positif bagu investor terhadap instrumen obligasi dari perusahaan berbasis pembiayaan perumahan. Pengakuan ini menegaskan obligasi SMF sebagai instrumen berisiko sangat rendah, sehingga bisa lebih disukai kalangan investor institusi, seperti perbankan dan manajer investasi.

Obligasi dengan rating tertinggi sekaligus diakui bank sentral sebagai underlying transaksi repo memberikan dua nilai tambah sekaligus, yakni kredibilitas dan kemudahan likuidasi. Dengan kata lain, risiko menurun, tapi fleksibilitas meningkat.

Status ini juga berpotensi memperluas basis investor surat utang SMF dan mempekuat pendalaman pasar keuangan.

Baca juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Dua Skema Pembiayaan Ini Jadi Andalan SMF

“Dengan masuknya obligasi SMF dalam daftar underlying Repo Bank Indonesia, perbankan kini memiliki sarana tambahan untuk mengelola likuiditasnya di pasar uang. Hal ini memperkuat stabilitas sistem keuangan dan pada akhirnya mendorong pembiayaan sektor perumahan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” papar Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, di Surakarta, Jum’at, 14 November 2025.

Di sisi lain, penguatan minat investor pada obligasi SMF diharapkan mendorong pencapaian target pembiayaan perumahan nasional.

Dengan backlog masih mencapai 9,87 juta rumah tangga, peningkatan akses pendanaan murah dan stabil menjadi kunci untuk mendukung Program 3 Juta Rumah yang digaungkan pemerintah.

Sementara Martin D. Siharanamual, Kepala Divisi Riset Ekonomi SMF, menambahkan, masuknya obligasi SMF sebagai underlying repo bisa mendorong minat investor ke instrumen surat utang jangka panjang. Ketika pemegang obligasi ini sewaktu-waktu butuh likuiditas, mereka bisa melakukan repo. Selama ini, kecenderungannya obligasi tenor pendek, 1-5 tahun lebih diminati.

Baca juga: Bantu Atasi Kawasan Kumuh, SMF Bangun 37 Unit Rumah Layak Huni di Surakarta

“Sementara bagi SMF, ketika produk surat utang kami lebih diterima psar, kebutuhan kami untuk menyediakan imbal hasil yang tinggi, itu jadi nggak tinggi lagi. Artinya cost of fund SMF bisa turun. Kami bisa leverage dan bisa ungkit FLPP lebih besar lagi,” jelas Martin.

Sedangkan bagi bank, dari sisi likuiditas, ketika mereka membutuhkan likuiditas, bank bisa melakukan repo. Mereka mendapatkan likuiditas, sementara rasio-rasio keuangannya tetap terjaga. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

8 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

9 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

15 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

16 hours ago