Jakarta – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) sebagai salah satu emiten yang bergerak pada bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi hari ini (1/12), telah mengumumkan pengunduran diri salah satu komisarisnya, yaitu Henry Yosodiningrat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Henry Yosodiningrat mengundurkan diri, dikarenakan, ditunjuk langsung calon Wakil Presiden Mahfud MD sebagai Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor 3 Ganjar dan Mahfud MD.
Baca juga: Komisaris dan Direksi Petrindo Jaya (CUAN) Tambah Kepemilikan Saham, Segini Nilainya
“Yang menjadi alasan mengapa saya mengundurkan diri, beberapa hari yang lalu tepatnya han senin tanggal 27 November 2023 saya diminta oleh Prof. Mahfud MD sebagai Pasangan Calon Wakil Presiden dari Ganjar Pranowo untuk memperkuat struktur Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar-Mahfud,” ucap Henry kepada media di Jakarta, 1 Desember 2023.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk mengemban Amanah sebagai Komisaris pada PT Mitratel Tbk, disertai doa saya agar PT Mitratel Tbk semakin maju dan berkembang serta memberikan kontribusi kepada keuangan negara,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama sekaligus Independen Mitratel, Rico Usthavia Frans, juga turut mengundurkan diri dari jabatannya. Adapun alasan dirinya mengundurkan diri karena saat ini, Rico telah menjabat sebagai Chief IT dan Digital Analytic di PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Baca juga: Erick Thohir Buka Suara Pengunduran Diri Arif Rosyid sebagai Komisaris BSI
– Yusuf Wibisono sebagai Komisaris Utama Mitratel
– Herlan Wijanarko sebagai Komisaris
– Mira Tayyiba sebagai Komisaris
– Gunawan Susanto sebagai Komisaris Independen
– M. Ridwan Rizqi Ramadhani Nasution sebagai Komisaris. Independen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More