Ekonomi dan Bisnis

Jadi Mitra Pemasok Susu MBG, UMKM Sweet Sundae Kantongi Omzet Rp1 Miliar

Yogyakarta – UMKM asal Yogyakarta, Sweet Sundae, yang memproduksi olahan susu murni menjadi es krim, gelato, dan produk dairy lainnya, telah mengantongi omzet lebih dari Rp1 miliar sejak mulai menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 28 Februari 2025.

Owner dan Co-Founder of Sweet Sundae Indonesia, Yuki Rahmayanti menyebutkan, usaha yang dikelolanya sudah bekerja sama dengan SPPG di sejumlah wilayah, antara lain Magelang, Mertoyudan, Pacitan, Purworejo, Cilacap, Kudus, dan Semarang, sebagai pemasok susu segar atau susu plain untuk kebutuhan MBG.

“Kalau nominalnya (omzet) sampai sekarang, di atas Rp1 miliar,” kata Yuki saat ditemui wartawan di kantornya, di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, dikutip, Jumat, 22 Agustus 2025.

Baca juga: Banggar DPR Pastikan Kebijakan Shadow Economy Tak Bebani UMKM

Yuki menyatakan, Sweet Sundae dapat memasok hingga 12.000 pcs susu murni ukuran 100 mililiter (ml) per pekan untuk setiap SPPG.

“Satu SPPG dia per minggu dua kali supply. Jadi yang paling tinggi (permintaan produk) sekarang memang kita untuk susu itu, susu untuk supply MBG,” jelasnya.

Yuki mengungkapkan, usaha yang dirintisnya bersama sang suami sejak 2008 ini untuk menjadi mitra program MBG memang di luar perencanaan pada 2025 ini. Sebab, pada awalnya, Sweet Sundae ingin berfokus pada segmen horeka (hotel,restoran, kafe) dan persiapan ekspor.

“Mereka (SPPG) banyak yang cari (pemasok susu murni). Memang sumbernya kan banyak, Boyolali, Yogya, kan juga ada. Terus ya sudah pada ke sini. Di sekitar Desember itu banyak banget tamu,” katanya.

Baca juga: Dukung UMKM Go Global, BSI Berangkatkan 5 UMKM Binaan ke Arab Saudi

Meski permintaan tinggi, Yuki tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menerima tawaran sebagai pemasok susu di SPPG MBG.

Menurutnya, hal itu untuk mengantisipasi risiko yang bisa timbul pada masa mendatang. Sebab, kontrak perjanjian berlaku selama lima tahun mendatang atau selama era Presiden Prabowo Subianto.

“Kami ada perjanjian mereka harus ngirim LoI (Letter of Intent). Ngirim LoI ke kami, nanti kami balas dengan surat penawaran. Begitu setuju kami MoU, kami kerja samanya lima tahun,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Semarak Berkah Ramadan: Ajukan Pembiayaan di BAF, Proses Cepat Angsuran Tepat #CicilAjadiBAF

Poin Penting Program Semarak Berkah Ramadan BAF berlangsung 5 Februari-31 Maret 2026 dengan hadiah utama… Read More

1 hour ago

IHSG Berpeluang Kembali Menguat, Deretan Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting IHSG berpeluang menguat dan diperkirakan menguji area 8.328-8.527, meski tetap perlu mewaspadai potensi… Read More

2 hours ago

Menyoal Loopholes Kredit Bank

Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi MEMASUKI 2026,… Read More

2 hours ago

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

10 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

10 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

10 hours ago