News Update

Jadi Member AFTECH, Oradian Siap Jajal Pasar Indonesia

Jakarta – Oradian, perusahaan teknologi perbankan yang didirikan di Kroasia, menjadi salah satu member baru Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH). Perusahaan ini siap menjajal peluang pasar di Indonesia.

Menurut Antonio Separovic, Co-Founder & CEO Oradian, pihaknya percaya Indonesia bisa menjadi pasar yang besar bagi mereka. Hal ini didasari dari pengalaman mereka di Filipina dan sejumlah negara berkembang lain.

“Menjadi sesuatu yang wajar untuk membawa pengalaman dan pengetahuan itu ke Indonesia. Negara ini adalah pasar yang jauh lebih besar, jadi kami merasa kami punya kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum datang ke sini,” imbuh Antonio dalam acara Oradian and AFTECH Expert Lab: “Scaling Smart: Building a Connected, Compliant, and Future-Ready Financial”, Rabu, 11 Juni 2025.

Antonio menekankan, Oradian hendak membantu inklusi teknologi keuangan digital untuk mencapai target 98 persen. Pihaknya berjanji akan bekerja sama erat dengan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemain di dalamnya.

Baca juga: Moratorium Fintech Lending Belum Dibuka, Begini Tanggapan AFTECH

Lebih lanjut, misi Oradion di Indonesia adalah ikut mengembangkan sistem dan teknologi sektor keuangan yang semakin pesat tumbuhnya, khususnya setelah pandemi COVID-19 melanda di Indonesia.

“Apa yang Oradion tawarkan kepada pasar Indonesia, dan khususnya kepada berbagai jenis lembaga keuangan seperti bank adalah tentang mengganti sistem lama. Ini tentang memodernisasi dan menyesuaikan diri dengan ekosistem yang lebih luas,” jelas Antonio.

Bergabungnya Oradian dengan AFTECH juga menjadi salah satu langkah agar perusahaan bisa berekspansi di Indonesia. Antonio berujar, kalau Oradian ingin belajar dari ekosistem AFTECH agar bisa saling berkolaborasi satu sama lain.

Baca juga: Pindar Modal Cekak Bertambah, Ini yang Bakal Dilakukan AFPI

“Kami ingin bergabung dengan mereka agar dapat belajar tentang komunitas, tentang sektor, dan juga untuk berkolaborasi. Indonesia adalah pasar baru bagi kami, dan kami ingin masuk ke pasar dengan sebanyak mungkin dukungan,” terangnya.

Saat ini, Oradian sudah memiliki kantor di Kroasia, Nigeria, dan terbaru, Jakarta. Antonio menegaskan pihaknya sudah siap untuk menawarkan solusi-solusi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dalam negeri. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

2 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

8 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

8 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

10 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

20 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

20 hours ago