Jakarta – Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Bambang Soemantri Brodjonegoro mengingatkan pentingnya regulasi ekonomi digital khususnya pada fintech lending meski sedang marak tumbuh di Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Bambang beberapa saat setelah dirinya dilantik menjadi Komisaris Telkom dalam Webinar Infobank dan Isentia dengan tema 10th Infobank Digital Brand Award 2021. Bambang menyatakan, Indonesia harus berbangga memiliki beragam fintech yang dapat mendorong penyaluran kredit perbankan. Hal tersebut juga menunjukan, generasi masyarakat Indonesia penuh dengan inovasi.
“Nah berarti apa, harus ada solusinya salah satu solusinya adalah fintech lending. Namun barangkali yang perlu ada sedikit regulasi tetapi hal yang paling penting adalah benar-benar memanfaatkan big data,” kata Bambang melalui video conference di Jakarta, Kamis 3 Juni 2021.
Bambang juga menjelaskan, Pemerintah sebelumnya telah menganalisis dampak ekonomi dari berkembangnya fintech lending terhadap tujuan kredit masyarakat baik produktif maupun konsumtif pada tahun 2018 hingga 2019 silam.
Dimana perkiraan nilai tambah bruto oleh fintech lending untuk tujuan produktif bisa mencapai Rp45 triliun dalam kurun waktu satu tahun. Sedangkan untuk tujuan konsumtif perkiraan nilai tambah bruto oleh fintech bisa mencapai Rp35 triliun.
“Karena kredit ada yang produktif dan konsumtif. Jadi pada intinya finteh lending itu adalah bagian dari ekonomi dan keuangan digital yang tampaknya akan menjadi tahapan berikutnya,” pungkas Bambang. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More