Jakarta - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) kini dipimpin ketua umum (ketum) baru. Adalah Agus H. Widodo, Direktur Utama Bank Jakarta terpilih jadi "nakoda" Asbanda periode 2025-2029.
Agus terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munas dan Munaslub) Asbanda yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Jumat, 18 Juli 2025.
Lalu, apa yang yang menjadi fokus utama Agus dalam memimpin Asbanda?
Agus mengatakan, fokus utama sebagai ketua umum Asbanda saat ini adalah memperkuat peran strategis BPD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Baca juga: Agus H. Widodo, Dirut Bank Jakarta Terpilih Jadi Ketua Umum Asbanda 2025–2029
"Saya ingin menjadikan Asbanda sebagai wadah kolaborasi dan katalis transformasi, sehingga BPD dapat tumbuh lebih sehat, kompetitif, dan relevan dengan perkembangan zaman," ujar Agus kepada Infobanknews baru-baru ini.
Untuk mendorong hal tersebut, kata Agus, Asbanda akan aktif sebagai mitra aktif regulator dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada penguatan dan keberlanjutan industri BPD.
"Tentunya kita juga akan memperjuangkan berbagai inisiatif strategis seperti peningkatan permodalan, digitalisasi, penguatan tata kelola, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)," tambah Agus.
Dia melanjutkan, saat ini industri BPD dihadapkan tantangan yang makin kompleks. Tantangan BPD tak hanya soal permodalan dan skala usaha, tapi juga ketimpangan digital di tengah perubahan perilaku nasabah yang makin digital-first.
"Persaingan digitalisasi ini makin ketat dengan bank nasional yang punya platform digital sendiri. Belum lagi regulasi dan tata kelola yang makin kompleks dan tingginya biaya dana yang menekan profitabilitas BPD," jelas Agus.
Tantangan tersebut tentu tak mudah untuk dilewati. Dalam hal ini, Agus telah menyiapkan langkah strategis untuk menggenjot kinerja industri BPD. Salah satunya mendorong akselerasi digitalisasi, baik dari sisi layanan nasabah, efisiensi operasional, hingga integrasi dalam ekosistem daerah.
Selanjutnya, penting halnya untuk memperkuat risiko dan tata kelola. Terlebih, baru-baru ini ada tiga bank daerah yang masuk dalam pusaran kasus kredit PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex. Keterlibatan sejumlah direksi BPD, tentu menjadi perhatian khusus Asbanda.
Baca juga: OJK Dorong Lebih Banyak BPD Melantai di Bursa
Agus juga akan mengadvokasi regulasi yang lebih mendukung posisi BPD, termasuk mendorong penyusunan RUU BUMD yang dapat memperkuat kepastian hukum dan kewenangan pembinaan.
"Kami juga akan mengintensifkan forum-forum diskusi, pelatihan, dan pertukaran pengetahuan di antara anggota Asbanda, sehingga praktik terbaik bisa direplikasi dan disesuaikan di tiap daerah," jelas Agus.
Agus yakin, dengan komitmen dan semangat kebersamaan seluruh BPD, ditambah peran aktif Asbanda sebagai organisasi penggerak, BPD akan mampu menjawab tantangan dan menjelma sebagai pilar penting dalam sistem keuangan nasional.
Page: 1 2
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More