Perbankan

Jadi Incaran Hacker, Bagaimana Level Keamanan Siber Perbankan Tanah Air?

Jakarta – Serangan siber kembali marak. Industri perbankan jadi salah satu sasaran empuk para hacker dunia. Lalu, bagaimana tingkat atau level keamanan siber perbankan di Tanah Air?

Mengutip laporan “Landscape Keamanan Siber Sektor Keuangan” dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), skor tingkat kematangan keamanan siber perbankan Tanah Air pada level empat, yakni berada dalam implementasi terkelola dengan skor atau nilai rata-rata 3,99.

“Skor tingkat kematangan keamanan siber perbankan berada pada Level 4 (Implementasi Terkelola) dengan nilai rata-rata 3,99,” tulis laporan tersebut dikutip 12 Juli 2024.

Tingkat kematangan keamanan siber perbankan tersebut terbagi dalam lima aspek penilaian. Misalnya pada aspek tata kelola perbankan yang mendapatkan skor 4.01. Kemudian, identifikasi 4.07, proteksi 4.06, deteksi 3.80, dan respons 4.01.

Baca juga: OJK Beberkan Sejumlah Tantangan Bank dalam Pengelolaan Risiko Siber

Aspek terkuat perbankan terletak pada sisi identifikasi. Ini menunjukkan bahwa proses manajemen risiko, inventarisasi aset, dan manajemen aset perbankan yang terkelola dengan baik dan efektif.

Sedangkan aspek terlemah perbankan dari sisi deteksi. Artinya, organisasi atau perbankan perlu upaya lebih signifikan untuk mendeteksi dan merespons serangan siber secara lebih efektif.

Dalam laporan tersebut, sektor perbankan disarankan untuk melakukan upaya perbaikan yang diperlukan antara lain pemantauan berkelanjutan (24/7) dan deteksi ancaman secara real-time.

Tak hanya itu, perbankan juga harus merespons dan pelaporan secara cepat kepada pihak berkepentingan, serta manajemen krisis (strategi komunikasi, keberlanjutan layanan).

Sementara, menurut Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, sektor perbankan dan migas memang paling rajin disambangi oleh para hacker.

Baca juga: Ini Hal yang Perlu Ditanggung Bank dalam Melawan Serangan Siber

“Kedua sektor tersebut dinilai berpotensi untuk menghasilkan profil lebih banyak,” ungkap Slamet dalam Talkshow dan Launching Buku ‘Keamanan Siber Bank’ baru-baru ini.

Sepanjang 2023, BSSN juga mencatat ada 347 dugaan insiden siber di Indonesia. Dugaan insiden siber paling banyak terdeteksi di sektor administrasi pemerintahan dengan 186 dugaan insiden siber.

Sektor lain yang insiden sibernya tergolong banyak adalah sektor keuangan (38), transportasi (24), serta energi dan sumber daya mineral (18).

Galih Pratama

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

2 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

3 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

3 hours ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

3 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

4 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

5 hours ago