JACCS MPM Finance Kantongi Pinjaman Luar Negeri Senilai Rp3,7 Triliun

JACCS MPM Finance Kantongi Pinjaman Luar Negeri Senilai Rp3,7 Triliun

Dolar AS Diprediksi Tembus Rp14.300
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

JACCS MPM Finance Kantongi Pinjaman Luar Negeri Senilai Rp3,7 Triliun

 

Jakarta – PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika (MPM) Finance Indonesia (Perseroan) melakukan penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri (offshore syndicated facility) dengan 20 lembaga keuangan.

Fasilitas yang diperoleh JACCS MPM Finance bernilai USD250 Juta ekuivalen atau setara dengan Rp3,7 triliun, yang dikeluarkan dalam dua mata uang yaitu Dollar Amerika Serikat (USD) dan Yen Jepang (JPY) untuk jangka waktu 4 tahun.

Adapun yang bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers, Underwriters dan Bookrunners dalam fasilitas ini adalah MUFG Bank, Ltd. (MUFG) dan Mizuho Bank, Ltd. (Mizuho).

Fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri kali ini merupakan yang ke-6 kalinya diperoleh Perseroan. Sebelumnya pada bulan Mei 2019, Perseroan juga berhasil memperoleh fasilitas serupa dengan nilai USD250 juta dari 20 lembaga keuangan.

Perseroan juga berhati-hati dalam rencana pendanaannya, diantaranya dengan mengurangi porsi pinjaman valuta asing. Tentunya hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan dan kondisi pasar.

“Fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri seperti ini merupakan salah satu langkah strategis Perseroan sebagai bentuk diversifikasi sumber pendanaan di samping fasilitas pinjaman bank bilateral dari dalam dan luar negeri,” ujar Hajimu Yukimoto, Direktur Keuangan JACCS MPM Finance Indonesia dikutip 25 Juli 2022.

Pada tahun 2022 ini, Perseroan juga berencana untuk melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan senilai Rp600 miliar.

Menurutnya, industri pembiayaan masih memiliki prospek yang sangat baik terutama karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik dan mencatatkan kenaikan sebesar 3,69% di tahun 2021.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama didukung konsumsi dan investasi pemerintah serta konsumsi masyarakat. Disamping itu, pertumbuhan pasar otomotif di Indonesia yang masih menjanjikan sebagai pasar otomotif terbesar di ASEAN.

Selain itu, Perseroan memiliki dukungan kuat dari pemegang saham yaitu dukungan bisnis dari PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk sehubungan dengan pembiayaan sepeda motor baru merek Honda dan dukungan keuangan dari JACCS Co.,Ltd. dalam mendapatkan sumber dana dengan biaya yang kompetitif. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]