Categories: Perbankan

J Trust Bakal Genjot Pertumbuhan Kredit Hingga 28%

Jakarta–PT JTrust Bank Indonesia (JTrust Bank) menargetkan pertumbuhan kredit 28% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) 20% tahun depan. Pertumbuhan ekonomi tahun depan yang diperkirakan lebih baik ketimbang tahun ini diperkirakan mendorong pertumbuhan.

“Perekonomian Indonesia akan turn around, walaupun tidak setinggi pertumbuhan ekonomi 2013. Tapi tahun depan akan lebih baik lagi,” kata Ahmad Fajar, Direktur Utama JTrust Bank di Jakarta, Senin 28 Desember 2015.

Ahmad Fajar mengatakan, tahun depan Perseroan akan fokus menggarap kredit untuk korporasi-korporasi Jepang yang beroperasi di Indonesia untuk segmen komersial. Selain itu, JTrust juga akan fokus menggarap segmen kredit Usaha Kecil Menengah (SME) dan membatasi kredit mikro karena risiko kredit yang memburuk di segmen tersebut.

“Karena owner udah punya business line. Kami punya japanese company yang tentu kami akan garap. Itu komersial,” tambahnya. Untuk mendukung pertumbuhan tahun depan, menurutnya Perseroan masih memiliki permodalan yang mencukupi.

Dari sisi rasio permodalan, setelah perseroan menerbitkan saham baru senilai Rp 300 miliar (Maret 2015) dan Rp 400 miliar (September 2015), serta obligasi subordinasi (subdebt) senilai US$ 25 Juta pada Oktober 2015, sehingga total suntikan modal menjadi Rp 1,04 triliun. Dana hasil aksi korporasi tersebut dicatat sebagai modal disetor perseroan.

Dengan aksi korporasi yang perseroan lakukan, pada akhir 2015 tingkat kesehatan JTrust Bank terus membaik dengan NPL di level 2,2%. Selain itu, rasio permodalan perseroan makin meningkat dengan posisi CAR saat ini sebesar 18,6%, dengan demikian masih cukup ruang untuk ekspansi usaha. (*) Ria Martati

Apriyani

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

19 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

1 hour ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

3 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

4 hours ago