Keuangan

Iuran BPJS Kesehatan Bisa Naik di 2025, Gara-Gara Ini?

Jakarta – Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyatakan bahwa iuran BPJS Kesehatan berpeluang untuk naik di 2025, berdasarkan adanya perubahan tarif standar layanan kesehatan atas Peraturan Presiden No.3 Tahun 2023.

Meski begitu Anggota DJSN, Mutaqqien, mengatakan bahwa, peningkatan kenaikan iuran tersebut belum akan terjadi ketika tidak ada intervensi ataupun perubahan untuk program JKN, hal itu karena aset bersih dari BPJS Kesehatan masih sehat.

Baca juga: Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Manajemen Tunggu Aturan Baru Pemerintah

“Jadi kalau tidak ada intervensi baru dari program-program yang ada di sekarang ini sampai kepada pertengahan 2025 kita tidak membutuhkan kenaikan iuran dan iuran kita akan berjalan seperti sekarang,” ucap Mutaqqien dalam Konferensi Pers dikutip 19 Juli 2023.

Namun, jika nantinya tarif pada fasilitas kesehatan (faskes) mengalami peningkatan berdasarkan Perpres No.3 2023, hal tersebut akan memicu adanya penurunan pada aset bersih Perusahaan yang saat ini berada posisi yang sehat, yaitu 5,98 kali dari klaim.

“Kami yakin dengan yang lalu, ada intervensi dari kenaikan kebijakan Pepres 3 tahun 2023 untuk tarif di faskes tentu akan ada penurunan tapi semuanya kembali kepada peserta jadi misalnya menurun tidak lagi menjadi 5,98 dsb mungkin kami akan diskusikan dengan BPJS,” imbuhnya.

Baca juga: Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, Tak Ada Lagi Diskriminasi Masyarakat Kelas Bawah

Adapun, dirinya menambahkan bahwa defisit baru akan timbul pada periode Agustus hingga September 2025, dimana diperkirakan defisit tersebut akan mencapai hingga Rp11 triliun, sehingga perlu ada penyesuaian tarif.

“Agustus atau September itu kira-kira mulai ada defisit dari BPJS Kesehatan dana DJS Kesehatan ini, kami sampaikan hitung sekitar Rp11 triliun lah ya,” ujar Mutaqqien. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Beberkan Penerimaan Pajak Januari 2026 Capai Rp116,2 T, Tumbuh 30,8 Persen

Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More

48 mins ago

Andy Arslan Djunaid Mundur dari Kursi Komut JMA Syariah, Ada Apa?

Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Saham BBTN, AMMN, dan BRIS Jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,07 Persen di 2025

Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More

1 hour ago

Saham BBTN Menguat 3,27 Persen, Catat Kenaikan YTD Tertinggi Bank BUMN

Poin Penting Saham BBTN menguat 3,27 persen ke Rp1.265, menjadi bank BUMN dengan kenaikan year… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025

Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More

2 hours ago