Moneter dan Fiskal

Isu Reshuffle, Buka Ruang Penguatan Rupiah

Jakarta–Isu reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo, ikut menjadi sentimen pada pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (13/4)

Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengungkapkan, isu reshuffle kabinet yang tengah terjadi saat ini telah memberikan sentimen positif pada pergerakan Rupiah.

“Ruang penguatan Rupiah tersedia, reshuffle kabinet dinanti,” ujar rangga dalam risetnya di Jakarta, Rabu, 13 April 2016.

Sentimen positif juga berdampak pada penguatan laju Rupiah yang terjadi pada penutupan perdagangan kemarin (12/4). Hal ini, kata dia, sejalan dengan penguatan kurs di Asia lainnya terhadap Dolar AS.

Ke depan, ruang penguatan Rupiah masih tersedia. Fokus investor saat ini tertuju pada pembaasan APBN-P, reshuffle kabinet serta data perdagangan di Jumat,” tutup Rangga. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

19 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

19 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

19 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

22 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

23 hours ago