Poin Penting
Jakarta – Pemerintah memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meskipun program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan. Isu pengurangan anggaran pendidikan dibantah oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Teddy menegaskan, menegaskan seluruh program pendidikan tetap berjalan dan bahkan diperkuat.
“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” jelas Teddy dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia juga memastikan tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang dihentikan. Program seperti Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar tetap dilanjutkan.
Baca juga: Kredit UMKM Diprediksi Tumbuh Maksimal 5 Persen, Program MBG Bisa jadi Penopang
Menurut Teddy, pemerintah justru menambah program baru, termasuk pembangunan sekolah rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan bagi anak-anak putus sekolah atau yang belum pernah mengenyam pendidikan.
“Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat. Diberi penginapan, diberi pendidikan, diberi makan, gizi, dan dijamin kesehatannya. Per sekarang, tahun lalu, dalam satu tahun saja, sudah hampir sampai 16.000 sampai 20.000 siswa. Ada 166 sekolah. Tahun ini, akan dibangun lagi 100 sekolah,” bebernya.
Selain itu, pemerintah juga memperbaiki infrastruktur pendidikan. Hingga 2025, sekitar 16.000 sekolah telah direnovasi dengan anggaran sekitar Rp17 triliun.
“Belum lagi nanti ada sekolah Garuda. Ada sekolah terintegrasi. Ada pembangunan kampus-kampus baru yang Pak Presiden ingin buat. Sedang berjalan,” sambungnya.
Baca juga: Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu
Dalam upaya pengembangan teknologi pembelajaran, Seskab Teddy menuturkan bahwa pemerintah juga turut mengadakan televisi digital yang disalurkan ke sekolah-sekolah di Tanah Air. “Jumlahnya tahun 2025 sudah 280.000 TV,” sambungnya.
Rangkaian kebijakan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Program MBG hadir bukan sebagai pengganti, melainkan pelengkap untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.
Langkah tersebut menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Program MBG disebut sebagai pelengkap untuk mendukung kualitas pendidikan melalui pemenuhan gizi siswa. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More
Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More
Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More
Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More
Poin Penting DPK BTN Pontianak tumbuh 11,8% menjadi Rp444 miliar pada 2025, didorong peningkatan dana… Read More
Poin Penting Perbanas Institute menegaskan komitmen transformasi dan inovasi akademik di usia ke-57 tahun untuk… Read More