Ekonomi dan Bisnis

ISEI Dorong BUMN Manfaatkan Tiga Instrumen Keuangan Baru

Jakarta– Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mendorong perusahaan BUMN untuk memanfaatkan tiga inovasi instrumen pasar keuangan untuk pembiayaan infrastruktur. Ketiga inovasi instrumen tersebut ialah sekuritisasi aset, project bonds, serta Global Bonds Rupiah atau surat utang atau obligasi rupiah.

Hal tersebut disampaikan oleh Dewan Pengurus Pusat ISEI Destri Damayanti setelah mengikuti Focus Group Discussion (FGD) ISEI mengenai Pembiayaan Alternatif Infrastuktur di Club Mandiri, Jakarta, Kamis 14 Desember 2017.

“Kita bahas ada 3 instrumen yang memang dinilai baru. Dimana BUMN saat ini khususnya konstruksi punya arus cashflow stabil, itu mestinya bisa dimanfaatkan untuk men-generate lagi dana untuk bangun project baru,” ungkap Destri di Club Mandiri, Jakarta, Kamis 14 Desember 2017.

Destry menambahkan, BUMN seharusnya dapat memilih dengan tepat proyek yang dapat menghasilkan keuntungan dan dapat menopang pembangunan infrastruktur yang belum rampung.

“Kalau dia bisa memilah proyeknya, mana proyek yang sudah menghasilkan, lalu dibuat menjadi suatu produk sekuritisasi sehingga dia bisa generate income saat ini dan bisa dipakai untuk membiayai kebutuhan pembangunan yang sekarang,” ungkap Destri.

Destri mengungkapkan, saat ini tercatat telah terdapat dua BUMN yang telah memanfaatkan inovasi tersebut. Pertama yakni PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) yang menggunakan sekuritisasi aset serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang telah menggunakan Global Bons Rupiah pertama yang dinamai Komodo Bond.

Selain itu Destri menilai, investor asing saat ini sedang melirik global bond Indonesia. Tercermin dari penerbitan Komodo Bond beberapa waktu lalu yang menarik total permintaan investor mencapai Rp 15 triliun.

“Ini menandakan asing punya ketertarikan cukup tinggi di Indonesia. Apalagi yang menerbitkan BUMN yang belum pernah terbitkan global bonds tapi permintaan tinggi,” tukas Destri. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

2 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

3 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

4 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

8 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

16 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

17 hours ago