Market Update

Iran-Israel Memanas, IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.164

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (16/4) masih melanjutkan koreksinya ke level 7.164,80 atau melemah 1,68 persen dari dibuka pada level 7.285,78.

Pilarmas Investindo Sekuritas, melihat bahwa, berlanjutnya pelemahan IHSG tersebut dipicu oleh semakin memanasnya tensi geopolitik antara Iran dan Israel.

“Di dalam negeri, IHSG melemah, namun sektor bahan baku dan sektor energi menguat. Hal ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tensi geopolitik antara Iran dan Israel,” tulis manajemen Pilarmas dalam closing review, 16 April 2024.

Baca juga: IHSG Anjlok 2 Persen Lebih, BEI Ungkap Biang Keroknya

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 457 saham terkoreksi, 165 saham menguat, dan 175 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 24,69 miliar saham diperdagangkan dengan 1,81 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp23,01 triliun. 

Kemudian, seluruh indeks turut mengalami pelemahan, dengan IDX30 melemah 3,00 persen menjadi 473,50, LQ45 melemah 2,95 persen menjadi 935,34, Sri-Kehati melemah sebesar 3,40 persen menjadi 417,72, dan JII melemah 0,97 persen menjadi 530,73.

Lalu, hanya dua sektor yang mengalami penguatan, diantaranya adalah sektor bahan baku menguat 2,39 persen dan sektor energi menguat 2,32 persen.

Selanjutnya, sektor kesehatan melemah 2,07 persen, sektor transportasi melemah 2,00 persen, sektor infrastruktur melemah 0,66 persen, dan sektor industrial melemah 0,58 persen. 

Sementara itu, untuk sektor lainnya mengalami pelemahan, dengan sektor non-siklikal melemah paling dalam sebesar 3,30 persen, diikuti sektor properti melemah 3,25 persen, sektor teknologi melemah 2,84 persen, sektor siklikal melemah 2,68 persen, sektor keuangan melemah 2,49 persen.

Baca juga: IHSG Ambruk ke Level 7.106, Begini Tanggapan BEI

Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI), PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), dan PT Pioonerindo Gourmet International Tbk (PTSP). Sedangkan saham top losers adalah PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Meta Epsi Tbk (MTPS), dan PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

5 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

6 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

6 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

6 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

7 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

7 hours ago