Ilustrasi: Aplikasi Superbank. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mengalami kelebihan permintaan investor atau oversubscribed hingga 318,69 kali atau mencapai lebih dari 1 juta order.
CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai tingginya permintaan pada IPO Superbank sebagai sinyal positif bagi pasar modal Indonesia.
“Ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek Superbank. Respons seperti ini menandakan bahwa appetite investor terhadap IPO sektor perbankan digital masih sangat kuat,” ucap Bernadus dalam keterangan resmi di Jakarta, 16 Desember 2025.
Baca juga: Superbank (SUPA) Patok Harga IPO Rp635 per Saham
Menurutnya, kondisi oversubscribed yang tinggi pada IPO Superbank diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap likuiditas perdagangan saham setelah pencatatan, sekaligus menjadi katalis bagi pengembangan sektor perbankan digital di Indonesia.
Dengan permintaan yang sangat kuat menjelang pencatatan saham, IPO Superbank menjadi salah satu aksi korporasi yang paling menyita perhatian investor pada penghujung 2025.
Di samping itu, lonjakan permintaan tersebut menjadi bukti nyata tingginya antusiasme pasar terhadap prospek SUPA sebagai bank digital.
Capaian ini sekaligus mengukuhkan SUPA sebagai salah satu IPO terbesar di sektor perbankan digital di Indonesia, serta mempertegas kuatnya kepercayaan investor terhadap arah transformasi digital industri keuangan nasional.
Antusiasme investor yang tercermin dari tingginya tingkat oversubscription ini dinilai menjadi sinyal kuat kepercayaan pasar terhadap fundamental, strategi pertumbuhan, serta prospek jangka panjang Superbank.
Momentum positif tersebut semakin menguat menjelang pencatatan saham, seiring dukungan enam perusahaan sekuritas yang turut mengamplifikasi capaian IPO Superbank kepada publik.
Adapun, SUPA menawarkan sebanyak 4.406.612.300 saham biasa atas nama yang merupakan saham baru perseroan dengan nilai nominal Rp100 atau saham yang mewakili 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.
Baca juga: Intip Kinerja Terbaru Superbank yang Mau IPO
Usai IPO tersebut, perseroan akan meraih dana sekitar Rp2,79 triliun. Nantinya, sekitar 70 persen dana IPO akan digunakan perseroan untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit.
Sedangkan sisanya sekitar 30 persen bakal dialokasikan untuk belanja modal dalam rangka mendukung kegiatan usaha perseroan, namun tidak terbatas pengembangan produk pada pengembangan teknologi informasi, dan/atau hal-hal lain yang dapat mendukung pertumbuhan usaha perseroan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank menutup program inkubasi bisnis berbasis circular economy sebagai bagian dari komitmen… Read More
Poin Penting Bank Danamon akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham pada 31 Maret 2026 untuk… Read More
Poin Penting Banjir Jakarta merendam 61 RT dan 6 ruas jalan hingga pukul 07.00 WIB… Read More
Poin Penting Tarif 0 persen untuk 1.819 produk Indonesia masuk AS, termasuk sawit, kopi, karet,… Read More
Poin Penting Kadin menilai tarif 19 persen kompetitif, beberapa ekspor bisa turun atau bebas bea… Read More
Poin Penting IHSG dibuka naik 0,53 persen ke 8.317,66, dengan 312 saham menguat, 87 terkoreksi,… Read More