Keuangan

Investree Berniat Jual SBN Ritel Pemerintah

Jakarta – PT Investree Radhika Jaya (Investree) sebagai perusahan berbasis financial technologi (fintech) terus mendukung program pemerintah dalam mensukseskan penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel milik pemerintah. Investree menjadi satu-satunya fintech yang dipercaya pemerintah melalui Kementerian Keuangan untuk penjualan SBN Ritel.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO Investree Adrian Gunadi dalam acara “Konferensi Pers: Investree Syariah, Menuju Hadirnya Fatwa Fintech Financing Syariah” yang diadakan di Jakarta, Selasa 30 Januari 2018. Menurutnya, pihaknya dan Pemerintah terus mengkaji penjualan SBN Ritel mengenai sistem dan penetapan harga SBN Ritel.

“Kita pertama ditugaskan Kemenkeu untuk fokus kejar sistem dulu di bulan Febuari. Selain itu, kalau dulu minimal harga SBN Ritel Rp5 juta, kami lagi godok agar bisa Rp100 ribu hingga Rp500 ribu,” ujarnya.

Lebih lanjut Adrian menambahkan, nantinya penjualan SBN Ritel di tahun ini akan dilakukan secara online sepenuhnya untuk menggaet kaum milenial di Indonesia. Terlebih, 60 persen pemberi pinjaman (lender) Investree merupakan kaum milenial yang berada di usia 25 tahun hingga 50 tahun.

“Menurut saya ini adalah terobosan bagus, sekaligus memberikan alternatif mekanisme penerbitan SBN ritel. Melalui Investree, para peminjam dan pemberi pinjaman akan mendapatkan akses guna membeli SBN,” jelas Adrian.

Dirinya mengaku, pihaknya akan terus mengkaji penerapan penjualan SBN tersebut melalui fintech dengan Kemenkeu. Setelah kajian tersebut selesai, Kemenkeu akan memutuskan berapa alokasi SBN Ritel yang dijual perusahaan Fintech. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

7 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

13 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

13 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

13 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

13 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

13 hours ago