Investor Simak! Ini Proyeksi Pergerakan IHSG Akhir 2024 di Tengah Ketidakpastian Global

Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebelumnya menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun 2025 mampu menyentuh level 8.000, yang harus diikuti oleh pertumbuhan ekonomi yang solid dan penurunan suku bunga.

Meski begitu, Head of Research and Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan bahwa, IHSG di akhir tahun 2024 ini memang cukup sulit untuk menyentuh level 7.900. Sehingga, level IHSG yang realistis dan cukup tinggi di akhir tahun ini akan ditutup pada posisi 7.500.

“Ya kayaknya memang (level IHSG) 7.900 agak susah ya. Kita lebih ke, mungkin di 7.500 menurut saya sudah cukup tinggi sih. Kita expect akan ada koreksi,” ucap Rully kepada media di Jakarta, 12 Desember 2024.

Menurut Rully, ekspektasi akan adanya pelemahan ke IHSG jelang akhir tahun ini dipicu oleh sentimen global yang masih mengalami ketidakpastian dan menyebabkan pelemahan rupiah yang cukup signifikan di level Rp15.900. Di sisi lain kondisi inflow ataupun outflow investor asing juga belum kembali ke posisi semula.

Baca juga: Usai Merger dengan EXCL, Saham FREN Harus Rela Delisting dari Bursa
Baca juga: BEI Berlakukan 2 Aturan Baru Terkait Saham dan Waran Terstruktur

“Jadi kita tunggulah mungkin yang next big thing itu di pelantikan Trump, mungkin tanggal 20 Januari 2025. Apakah dia akan mengumumkan kebijakan-kebijakan yang selama ini ditunggu. Di Januari, juga ada PPN 12 persen, terus juga ada pelantikan Trump. Kita tunggu apakah dia beneran 60 persen buat China, apakah 10 persen buat semua, termasuk Indonesia. Kita belum tahu juga nanti kayaknya,” imbuhnya.

Adapun, IHSG masih mengalami pergerakan yang fluktuatif jelang akhir 2024. Ini tercermin pada periode November 2024 yang sempat melemah sebanyak 6,07 persen ke posisi 7.114,26 dibandingkan bulan sebelumnya, yakni Oktober 2024 yang tercatat sebesar 7.574,01.

Meski sempat melemah, IHSG pada pekan pertama Desember 2024, tepatnya periode 2-6 Desember kembali mengalami penguatan sebanyak 3,77 persen ke posisi 7.382,78 yang mendorong kapitalisasi pasar menjadi Rp12.673 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

8 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

8 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

9 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

9 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

9 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

11 hours ago