Investor Simak! IHSG Pekan Ini Bakal Dipengaruhi 3 Sentimen Berikut

Jakarta – Pada satu pekan terakhir, yakni periode 30 September – 4 Oktober 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam sebesar 2,61 persen atau turun 200 poin ke level 7.496 dengan net sell asing lebih dari Rp4,9 triliun.

Berdasarkan hal itu, Equity Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengatakan bahwa, potensi pasar pada pekan ini 7-11 Oktober 2024 akan dipengaruhi oleh tiga sentimen utama, antara lain data inflasi Amerika Serikat (AS), kelanjutan perang di Timur Tengah dan Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia.

Terkait sentimen data inflasi AS akan dirilis pada Kamis, 10 Oktober 2024 pukul 19.30 WIB mendatang. Data ini akan sangat memengaruhi kebijakan The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya, khususnya untuk meeting di November dan Desember 2024.

“Data inflasi AS pada bulan Agustus berada di angka 2,5 persen yoy dan diproyeksikan turun ke 2,3 persen yoy mendekati target The Fed di 2 persen. Sehinggga jika nanti data yang dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar atau lebih rendah, tentunya akan menjadi katalis positif bagi pasar,” ucap Imam dalam risetnya di Jakarta, 7 Oktober 2024.

Baca juga: BEI Catat 5 Saham Berikut Jadi Pemberat IHSG Pekan Ini

Tidak hanya itu, data inflasi bulanan AS juga tidak kalah penting untuk melihat progress dalam time frame yang lebih pendek, di mana inflasi bulanan AS diproyeksikan akan turun ke 0,1 persen MoM dari periode sebelumnya di 0,2 persen MoM.

Imam juga menambahkan bahwa, ketegangan yang terjadi di Timur Tengah masih menjadi topik yang perlu diperhatikan pada pekan ini. Hingga Minggu, 6 Oktober 2024, masih terjadi serangan beruntun yang melanda pinggiran selatan Beirut.

Baca juga: Cek Sektor Saham Potensial Cuan Usai BI dan The Fed Pangkas Suku Bunga

“Berlanjutnya perang ini berpotensi membuat harga minyak naik lagi dan ada probability dapat mempengaruhi laju inflasi sehingga menjadi sentimen yang buruk bagi ekonomi. Namun di sisi lain, emiten-emiten yang bergerak di industi migas akan diuntungkan atas kenaikan harga minyak ini,” imbuhnya.

Adapun, dari sentimen domestik, Indonesia akan merilis data Consumer Confidence atau Indeks Keyakinan Konsumen. Data ini dapat menjadi rujukan untuk melihat bagaimana point of view konsumen terhadap beberapa indikator seperti kondisi ekonomi saat ini, prospek ekonomi, ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi pendapatan untuk saat ini dan enam bulan ke depan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

2 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

2 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

2 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

2 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

2 hours ago

OJK Gandeng Bareskrim Polri Tangani Kasus Penipuan Sektor Keuangan

Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More

3 hours ago