Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun signifikan sebesar 7,83 persen sepanjang pekan lalu, 24-28 Februari 2025, dari level 6.818 ke 6.270.
Penurunan itu sejalan dengan aksi sell off besar-besaran oleh investor asing, yang tercatat membukukan net foreign sell sebesar Rp10,2 triliun.
Baca juga: Awal Maret Semringah! IHSG Dibuka Menguat 1,52 Persen ke Level 6.365
Beberapa faktor eksternal menjadi penyebab pelemahan IHSG, di antaranya:
Baca juga: IHSG dan Rupiah Anjlok, Begini Kata Airlangga
Berbicara tentang potensi market pada 3-7 Maret 2025, Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus, mengimbau pelaku pasar saham untuk mencermati data ekonomi global dan domestik guna tetap meraih keuntungan.
Dari sisi global, beberapa data ekonomi yang perlu diperhatikan adalah:
“Jika dinilai masih cukup kuat maka hal tersebut berpotensi membuat The Fed untuk tetap mengambil langkah defensif dengan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level yang sama seperti bulan sebelumnya,” ujar Indri dalam risetnya di Jakarta, Senin, 3 Maret 2025.
Dari dalam negeri, beberapa indikator ekonomi yang berpotensi memengaruhi IHSG adalah:
Baca juga: PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen + 50 Persen, Begini Cara Dapatnya
Adapun Indri memperingatkan bahwa ketidakpastian pasar, baik global maupun domestik, masih tinggi. Ia juga memprediksi aksi sell off besar-besaran masih berpotensi berlanjut pada pekan ini.
“IPOT memprediksi IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah sepanjang pekan ini dalam rentang support 6.660 dan resistance 6.880,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More
Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More